Ikan Ihan Makanan Raja-Raja dan Bangsawan-Bangsawan Batak Tampil di Paviliun Humbahas PRSU ke-50

sentralberita|Medan~PRSU ke-50 yang berlangsung 3 Juli – 2 Agustus 2026 di Kompleks PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan dengan mengusug tema “Harmoni Emas” diisi Paviliun kabupaten/kota dan OPD Pemprov yang wajib menampilkan produk unggulan, UMKM, budaya, dan peluang investasi. Halnya Paviliun Humbahas yang fokus mengisi UMKM dan hasil bumi ungulan dihadiri langsung Bupati Oloan P. Nababan saat pembukaan.
Produk UMKM dan Kerajinan Batik Humbang,jadi ciri khas yang sering dipakai fashion show di pinggiran Danau Toba. Hasil Pertanian dan olahan warna-warni hasil bumi Humbahas dipajang lengkap di Paviliun tersebut. Demikian Ikan Ihan dan Kopi Lintong produk yang menarik dan menjadi unggulan yang banyak digemari pengungjung Paviliun Humbas.

Ikan Ihan
Ikan khas yang sangat terkenal dari kawasan Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Tapanuli umumnya adalah Ihan Batak (ikan śakral endemik) serta olahan populernya seperti Naniura dan Ikan Arsik yang menggunakan ikan mas.
Menurut Stepano Sialahi, Ikan Ihan Batak humbahas sejarahnya makanan Raja-Raja dan Bangsawan-Bangsawan Batak, harganya hitungan per gram, 1 gram Rp 35.000 dan ukurannya maksimal 2 Kg dan sangat sulit didapat, namun saat ini lagi dibudidayakan di Humbahas dan penagkaran di Bakti Raja Humbahas.Penggemarnya lumayan banyak baik di humbahas maupun di PRRU.
“Apalagi datang pengunjung yang dilihat ikan tersebut dan di Humahas ada satu restoran yang menjualnya, dagingnya gurih namun durinya banyak biasanya dimasak arsik, ujarnya bersama temannya Novel Purba, Laura Sitanggang dan Rahen Siotorus.
Ciri & Habitat IhanHabitat asli: Air sungai jernih, dingin, mengalir deras, suhu 20-25°CCiri fisik: Badan pipih memanjang, warna keperakan, punya 10 sisik di depan sirip punggungUkuran: Bisa sampai 1 meter dan berat 30 kg. Umur bisa 40 tahun etnis.
Dipakai sebagai upa-upa / tudu-tudu sipanganon dalam adat pernikahan Batak. Pemberian dari hula-hula ke boru biar dapat berkat: sehat, panjang umur, banyak keturunan, murah rezeki.Bahan utama Arsik Ikan Ihan – masakan khas Batak berkuah kuning.
Kopi Andaliman
Kopi Arabica Humbahas Andaliman siap saji, produk UKM Basana Putra dari Kecamatan Pollung, jagung bawang merah, cabe merah, tomat, salak, jeruk, tiung, kubis, kentang, wortel, ubi jalar, nenas, alpokat dan kemenyan Andaliman Humbahas.
Di paviliun yang banyak di gemari pengunjung Kopi Lintong yang ditanam di daerah itu menjadi tanaman masyarakat yang sudah menembus mancanegara. Kopi Lintong Humbang Hasundutan dikembangkan oleh para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).pada acara adat Tanpa andaliman, masakan Batak rasanya hambar yang Tumbuh di ketinggian 1200-1500 mdpl.
Selain Gapoktan, 900 petani kopi di Humbang Hasundutan juga telah tergabung dalam Koperasi Kopi Lintong.Semua pohon kopi yang ditanam di wilayah ini bebas dari lahan gambut dan hutan lindung, sehingga semua hasil tanam berasal dari tanah para petani.
“Tanpa andaliman, masakan Batak rasanya hambar. Tumbuh di ketinggian 1200-1500 mdpl. Kalau pecinta kopi dan masakan Batak, bisa langsung borong andaliman dan kopi Arabica asli Humbahas di paviliun Humbahas ini,’ujar nyar sambil tersenum.
Dijelaskannya, Kopi andaliman itu rempah khas Batak yang gampang didapat di Humbahas dan Tapanuli Utara dan umumnya di daerah Batak Toba, termasuk Samosir, namun beda dengan ukurannya kecil dan warnanya perak putih, kami warnanya perak gelap, kalau digigit rasanya “getir” dan bikin air liur keluar.

Batik Shibori
Produk lain di paviliun itu ada Batik Shibori khas Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang juga berhasil mencuri perhatian pengunjung. Motifnya yang unik dengan sentuhan kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri, meski harganya mencapai jutaan rupiah.
Bagi sebagian besar pengunjung, Batik Shibori Humbahas masih tergolong produk baru. Namun, kain khas ini sebenarnya telah beberapa kali mengikuti pameran berskala nasional sebagai representasi kerajinan unggulan dari Kabupaten Humbahas.Seni Serat dan Tekstil
Keunikan motif yang terinspirasi dari budaya lokal, dipadukan dengan tekstur kain yang lembut dan proses pembuatan yang membutuhkan ketelitian tinggi, menjadikan Batik Shibori memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Pada PRSU 2026, kain tersebut dipasarkan dengan harga mulai Rp350 ribu hingga Rp1,8 juta per lembar, tergantung jenis bahan dan motif.
Selain itu, perhatian pengunjung juga mampir pada produk parfum khas Humbahas yang diracik menggunakan aroma kopi dan kemenyan. Perpaduan bahan alami tersebut menghasilkan aroma yang khas sekaligus lebih tahan lama.
Ke depan PRSU perlu di benahi terutama biaya masuk, umumnya keramain ketika ada para artis setiap pekannya.Senang bertugas karena mengetahui budaya daerah lain.Semoga PRSU berlanjut ke depannya. (Husni Lubis)
