Hilal Sudah Wujud di Sumut, 1 Zulhijjah 1447H Jatuh pada 18 Mei 2026

sentralberita|Medan ~ Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara menyampaikan tinggi hilal di Medan mencapai 6,52 derajat dan elongasi pada posisi 10,47 derajat. Berdasarkan kriteria MABIMS, Hilal sudah wujud dan sudah imkan rukyat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Syafrizal Bancin menyampaikan secara kriteria hilal sudah terpenuhi dan diperkirakan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
“Ketinggian awal sudah memenuhi syarat dan hilal dapat teramati dengan baik. Berdasarkan hukum syar’i dan perkembangan teknologi modern, besar kemungkinan 1 Dzulhijah 1447 H akan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026,” ucap Kabag yang juga Wakil Ketua Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara di Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (17/05/2026).

Ia juga mengatakan untuk penetapan 1 Dzulhijja dan Hari Raya Idul Adha 1447 H akan diumumkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.
“Untuk keputusannya termasuk penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 H akan diumumkan Menteri Agama RI malam ini,” tambahnya.

Ia berterima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Ormas Islam, dan Media Pers yang menyukseskan pengamatan Hilal tersebut.

Baca Juga :  Kanwil Kemenagsu Gelar Bimbingan Pranikah Untuk Penguatan Fondasi Keluarga Sakinah

“Terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi ini. Setelah ini kita akan sampaikan ke pada Tim Pusat untuk menjadi referensi penetapannya,” ujar Kabag TU.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kabiro Kesra) Pemprov Sumut, Abu Qosim, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para ulama, ahli falak, hingga petugas hisab rukyat yang bekerja dengan ketelitian yang tinggi.

Menurut Abu Qosim, kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan perintah syariat Islam sekaligus cerminan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan bertanggung jawab.

“Hisab dan rukyat merupakan kolaborasi antara syariat dan ilmu pengetahuan. Pertemuan ini merupakan sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan ahli falak di mana hasilnya nanti dapat menjadi pedoman utama penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H dan Hari Raya Idul Adha 1447 H,” ungkap Abu Qosim.

Ia juga menambahkan bahwa momentum krusial ini sejalan dengan program strategis Pemprov Sumut yang mengusung visi Sumatra Utara Maju, Unggul, dan Berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai tidak hanya sukses menjalankan kewajiban agama, tetapi juga mampu memperkuat kohesi sosial, meningkatkan literasi astronomi masyarakat, serta mempertebal kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Baca Juga :  Kanwil Kemenagsu Laporkan Pengamatan Rukyat Hilal Awal Dzulhijjah di Provinsi Sumut ke Kemenag RI

“Kami berharap seluruh proses ini berjalan dengan baik dan lancar hingga menghasilkan keputusan yang sah secara syar’i dan dapat diterima secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Kanwil Kemenag Sumut melalui Tim Hisab Rukyat Sumatera Utara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Biro Kesejahteraan Rakyat, dan BMKG Wilayah I Medan menggelar pengamatan (rukyatul hilal) awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah.

Pengamatan yang dipusatkan di lokasi Anjungan ini ditujukan sebagai rujukan krusial bagi Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam menetapkan awal Zulhijah serta Hari Raya Idul Adha 1447 H secara syar’i di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan data teknis yang dirilis oleh BMKG, waktu matahari terbenam berada pada pukul 18.30.13 WIB. Secara astronomis, posisi hilal di seluruh Indonesia dilaporkan sudah sangat meyakinkan. Ketinggian hilal tercatat berkisar antara 3,29 derajat di Merauke hingga 6,95 derajat di Sabang, Aceh. Khusus untuk wilayah Kota Medan, ketinggian hilal terpantau berada di angka 6,52 derajat.

Sementara itu, untuk parameter elongasi (jarak sudut bulan-matahari), BMKG mencatat Wilayah Medan mendekati 10,47 derajat.

-->