Mobil Dinas Berplat Palsu Berkeliaran di Labura

Mobil yang diperbantukan ke Pramuka Labura terlihat menggunakan plat palsu saat mengisi BBM di salah satu SPBU Aekkanopan.

sentralberita | Labuhanbatu Utara ~ Kendaraan dinas berjenis mobil truck barang milik Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) belum lama ini diketahui memakai plat palsu, sedang berkeliaran di seputaran Kota Aekkanopan.

Mobil bermerk Isuzu itu, terpantau wartawan saat mengisi bahan bakar minyak di salah satu Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) disana, pada Maret kemarin.

Hasil penelusuran wartawan, plat berwarna hitam dengan nomor BK 8756 LU yang digunakan kendaraan dinas dimaksud ternyata palsu alias tidak tercatat di kantor Samsat. Bahkan, dilihat pada database Kantor Samsat, nomor plat itu tidak ditemukan.

Usut punya usut, kendaraan dinas berwarna cokelat itu kerap membawa kontingen Pramuka dalam setiap ajang perlombaan baik dalam daerah maupun luar daerah yang kendaraannya hasil dari pengadaan barang/jasa Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Labura dengan sumber dana P-APBD tahun 2019.

Konfirmasi wartawan dengan Kepala Disporapar Labura, Ismail Efendi Rambe, SE melalui Kepala sub Bagian (Kasubbag) Umum, Robiah, Senin (5/6/2023), bahwa plat kendaraan dinas tersebut aslinya bernomor BK 8122 U.

Dia pun mengaku, kendaraan itu saat ini statusnya diperbantukan ke Pramuka Labura, namun untuk penanggung jawab pengelolaan aset masih berada di Disporapar. Bahkan, lanjutnya, baik anggaran pemeliharaan dan pengisian BBM, pos anggarannya berada pada Disporapar.

“Jadi saya tidak tahu mengapa plat itu bisa diganti. Memang saat ini mobil dinasnya diperbantukan ke Pramuka sebagai kendaraan operasional Pramuka,” aku Robiah yang diamini oleh staf pengelolaan aset, Seneng di ruang kantornya seolah ingin “lempar batu sembunyi tangan”

Robiah pun tidak menampik, kalau plat bernomor BK 8756 LU itu adalah palsu. Bahkan, dia turut merasa bingung bagaimana bisa plat palsu itu bisa terpasang di mobil dinas milik Disporapar tersebut. “Ini platnya, sama persis dengan foto. Aku tidak tahu kog bisa terpasang disana (mobil dinas-red),” ucapnya sembari menunjukan plat palsu yang berada di kantornya.

Pasca mengetahui ada kendaraan dinas milik Disporapar yang menggunakan plat palsu, Robiah yang awalnya banyak bercerita, belakangan dirinya pun “diam seribu bahasa” dan lebih memilih tidak banyak berkomentar dengan menjawab pertanyaan wartawan dengan jawaban “tidak tahu”. (SB/FRD)

-->