Pantai Sorake Nias Selatan tempat selancar kelas dunia dipromosikan di PRSU ke-50

sentralberita | Medan ~ Pantai Sorake terletak di Desa Botohilitano, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, dikenal sebagai tempat peselancar kelas dunia, dipromoikan kepada pengunjung yang datang ke paviliun Pemkan Nisel di area Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026.

“Pantai Sorake ini memiliki karakteristik lima tingkatan gulungan ombak yang cukup besar dan terbaik di dunia, sehingga dijadikan sebagai tempat pesilancar tingkat internasionaln yang menujukkan kepiawaian mereka untuk menaklukkan ombak yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia,” kata penjaga paviliun Pemkab Nias Selatan, Keszia Tara Christine Zebua kepada wartawan di area PRSU Medan, Rabu (29/7).
Menurut Keszia, Pantai Sorake, sering dijadikan sebagai tempat kompetisi pesilancar asal Hawaii, Amerika, Italia, Brazil, Australia, Jepang, dan negara lainnya.
Pantai Sorake bukan hanya menggelar kegiatan berselancar yang tangguh dari berbagai negara di dunia, melainkan juga menawarkan keindahan alam, budaya lokal, dan pengalaman wisata yang tak terlupakan, menjadikannya salah satu ikon wisata unggulan dan mendapatkan income bagi Pemkab Nisel.

Pantai Sorake adalah selama ini dikenal sebagai “surga” cukup indah, unik dan menarik, karena memilik ombak besar dan panjang yang menjadikannya destinasi favorit peselancar internasional.
“Bahkan, Pantai Sorake juga dikenal sebagai salah satu dari 10 lokasi selancar terbaik di dunia, bahkan disebut nomor dua setelah Pantai Hawaii yang berlokasi di Amerika,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, Pantai Sorake memiliki air laut jernih berwarna hijau kebiruan dan pasir putih halus, serta kelihatan bersih, menciptakan panorama menenangkan dan eksotis bagi wisatawan dari mancanegara dan nusantara.
“Selain itu, Nias Selatan memiliki wisata budaya terkenal di dunia, yang sangat dekat dan tidak berapa jauh dari Desa Adat Bawomataluo untuk melihat tradisi Lompat Batu (Fahombo) dan festival Ya’ahowu,” kata Keszia yang juga mahasiswi dari UNPRI Medan

Sebelumnya, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution berkomitmen merevitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Desa Hilisao’ötö, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan (Nisel) berusia 5000 tahun,
Revitalisasi tersebut dilakukan untuk melestarikan warisan peradaban leluhur sekaligus mengembangkan kawasan itu sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Kepulauan Nias.

Komitmen tersebut disampaikan Bobby Nasution saat mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo bersama Duta Besar Prancis, Fabien Penone, Jumat (17/7).Situs yang menyimpan ratusan artefak batu berusia ribuan tahun itu dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat adat Nias.
Dalam kunjungan tersebut, Bobby Nasution bersama rombongan berjalan kaki sekitar 200 meter dari titik pemberhentian kendaraan menuju lokasi situs. Menyusuri jalur menanjak, mereka mendengarkan penjelasan warga mengenai sejarah keberadaan Tetegewo sebagai peninggalan leluhur yang pernah bermukim di kawasan perbukitan.

Pada lokasi itu, Bobby Nasution menyimak kisah mengenai susunan batu-batu megalitik beserta berbagai ukiran dan artefak yang menjadi jejak peradaban masyarakat adat Nias. Susunan batu tersebut diyakini memiliki kemiripan dengan pondasi rumah adat Nias yang hingga kini menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
Meski berada di puncak bukit dengan medan yang cukup curam, masyarakat berharap keberadaan situs tersebut tetap terjaga dan mendapat perhatian pemerintah, khususnya melalui penataan kawasan serta peningkatan akses infrastruktur.

“Jadi karena ini peninggalan sejarah penting bagi masyarakat adat Nias, maka ini harus dijaga. Dan yang terpenting juga bagaimana kita bisa merevitalisasi situs ini dan yang lainnya juga, agar batu-batu yang ada ini tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Bobby Nasution, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap situs peninggalan sejarah tersebut, baik dari sisi fisik maupun pengelolaan kawasan. Upaya itu juga diarahkan untuk memperkuat promosi Tetegewo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Nias.

“Kita ingin membangun Nias, dan untuk situs peninggalan sejarah ini bukan hanya tempatnya saja. Tetapi bagaimana keberadaan artefak-artefak ini bisa menjadi masukan untuk masyarakat dari sisi wisatanya. Ini tugas kita bersama, dan kami Pemprov Sumut akan melakukan revitalisasi,” ucap Bobby Nasution.
Sementara itu, warga Nias Selatan, Hulu, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan Bobby Nasution terhadap pembangunan di Kepulauan Nias, termasuk pelestarian situs sejarah yang berada jauh dari pusat kota

“Kalau bisa tempat ini dibangun lebih bagus lagi, kami tentu sangat berterimakasih. Apalagi kami dengar, Pak Gubernur sudah berapa kali datang ke Nias. Ini menambah harapan kami supaya peninggalan sejarah ini bisa dikunjungi banyak wisatawan,” ujar Hulu.

Kehadiran Gubernur Bobby Nasution bersama rombongan juga disambut antusias masyarakat. Ratusan warga memadati kawasan Situs Megalitik Tetegewo untuk menyapa dan mengabadikan momen melalui foto bersama.01/red

-->