Dwi Ermayanti Bawa ODOL Berkelas Raih Peringkat 1 GTK Inspiratif Aceh Timur 2026
sentralBerita | Aceh Timur ~ Dedikasi dan konsistensi dalam berbagi praktik baik pembelajaran mengantarkan Dwi Ermayanti, S.Pd., guru Matematika MTs Negeri 7 Aceh Timur, meraih peringkat 1 kategori Guru Inspiratif dalam Seleksi Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Aceh Timur. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi yang dikembangkan Dwi dalam mendokumentasikan dan membagikan berbagai praktik pembelajaran yang selama ini diterapkannya sebagai pendidik.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Seleksi Apresiasi GTK Tahun 2026 yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur di Aula Kantor Kemenag Aceh Timur, Jumat (18/9/2026). Sebanyak 14 guru dari berbagai madrasah mengikuti proses seleksi tersebut dengan menampilkan kreativitas, inovasi, dedikasi, serta praktik baik yang telah mereka kembangkan di lingkungan madrasah masing-masing.
Di antara peserta tersebut, Dwi Ermayanti tampil membawa gagasan ODOL Berkelas, sebuah gerakan berbagi pembelajaran yang berangkat dari pandangan bahwa setiap guru memiliki pengalaman, ide dan praktik baik yang layak untuk dibagikan. Melalui gerakan tersebut, pengalaman pembelajaran tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi didokumentasikan dan dibagikan sehingga dapat dipelajari serta dimanfaatkan oleh guru lainnya.
Bagi Dwi, berbagi praktik baik merupakan bagian dari proses seorang guru untuk terus berkembang. Ia memandang profesi guru bukan hanya berkaitan dengan kegiatan mengajar peserta didik, tetapi juga menuntut kemauan untuk terus belajar, mencoba berbagai pendekatan, melakukan refleksi dan membagikan pengalaman yang diperoleh kepada sesama pendidik.
“Bagi saya, menjadi guru bukan hanya tentang mengajar siswa di kelas. Guru juga harus terus belajar, mencoba, merefleksikan pengalaman, kemudian berbagi agar pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Dwi.
Melalui ODOL Berkelas, Dwi secara konsisten membagikan beragam pengalaman pembelajaran yang diperolehnya selama menjalankan tugas sebagai guru Matematika. Materi yang dibagikan mencakup media pembelajaran, strategi mengajar, aktivitas kreatif, pemanfaatan teknologi hingga berbagai praktik baik yang lahir dari pengalaman berinteraksi dengan siswa di dalam proses pembelajaran.
Menurut Dwi, praktik baik tidak selalu harus berupa inovasi besar dan rumit. Sebuah ide sederhana yang berhasil diterapkan di kelas sekalipun dapat menjadi solusi atau inspirasi bagi guru lain apabila didokumentasikan dan dibagikan secara tepat. Dari pemikiran tersebut, ia membangun kebiasaan untuk melihat setiap pengalaman pembelajaran sebagai sesuatu yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Satu hari satu pembelajaran. Satu pembelajaran menjadi satu inspirasi. Dan satu inspirasi dapat melahirkan pembelajaran baru bagi orang lain,” ungkapnya.
Perjalanan Dwi dalam berbagi praktik baik juga telah berlangsung sebelum dirinya mengikuti Seleksi Apresiasi GTK 2026. Inovasi media pembelajaran yang dikembangkannya mendapat apresiasi dan menjadi salah satu pengalaman yang mendorongnya untuk semakin aktif membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada sesama pendidik.
Aktivitas berbagi tersebut kemudian berkembang tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi meluas ke tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Berbagi dilakukan melalui berbagai kesempatan, baik secara tatap muka maupun melalui platform daring, sehingga praktik yang dikembangkan dapat menjangkau lebih banyak guru dan komunitas pendidikan.
Prestasi Dwi juga tidak terlepas dari tujuan utama penyelenggaraan Seleksi Apresiasi GTK 2026 oleh Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menentukan peserta terbaik, tetapi juga menjadi ruang bagi guru untuk mengasah kemampuan, menampilkan kreativitas dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di madrasah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, Saiful Bahri, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Apresiasi GTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan guru melalui pengalaman berbagi serta pengembangan inovasi.
“Melalui kegiatan ini, para guru dapat melatih keterampilan, mengasah kemampuan dan mengembangkan berbagai inovasi yang nantinya dapat diterapkan di madrasah masing-masing,” jelas Saiful.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Karena itu, pengembangan kompetensi dan inovasi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar praktik pembelajaran di madrasah terus berkembang.
Plh. Kasubbag Tata Usaha sekaligus Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Timur, Sadli, S.Pd.I., yang membuka kegiatan tersebut juga mendorong para peserta untuk menampilkan praktik-praktik baik yang telah dilakukan di madrasah masing-masing. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang dibawa dalam ajang tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru lainnya.
“Yang terpenting bukan hanya hasil seleksi, tetapi bagaimana proses ini dapat memberikan pengalaman, menambah wawasan, serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi madrasah dan peserta didik,” ujar Sadli.
Dalam proses seleksi, panitia menghadirkan empat juri yang memiliki pengalaman dan prestasi di bidang pendidikan, yakni Nuraini, S.Pd.I., M.Pd., Yasnidar, S.Pd.I., Dinar Puspita Ayu, S.Pd.I., dan Herdiansah, S.Pd., Gr. Para juri melakukan penilaian terhadap kemampuan dan potensi peserta sesuai kategori serta ketentuan Seleksi Apresiasi GTK Tahun 2026.
Bagi Dwi Ermayanti, capaian sebagai peringkat 1 Guru Inspiratif tingkat Kabupaten Aceh Timur menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya dalam mengembangkan dan membagikan praktik baik pembelajaran. Penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai titik akhir, melainkan sebagai dorongan untuk terus belajar, bereksperimen dan berbagi dengan lebih luas.
Ia berharap ODOL Berkelas dapat terus berkembang dan menjadi ruang berbagi bagi lebih banyak guru. Menurutnya, semakin banyak pendidik yang berani mendokumentasikan dan membagikan pengalaman pembelajarannya, semakin besar pula peluang lahirnya gagasan baru yang dapat memberikan manfaat bagi peserta didik maupun komunitas pendidikan.
“Penghargaan ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang bagaimana sebuah pengalaman dapat menjadi manfaat ketika dibagikan. Saya berharap semakin banyak guru yang berani berbagi praktik baiknya. Karena kita tidak pernah tahu, pembelajaran sederhana yang kita bagikan hari ini mungkin menjadi inspirasi besar bagi orang lain,” tuturnya.
Prestasi Dwi Ermayanti sekaligus menunjukkan bahwa praktik baik yang lahir dari pengalaman sehari-hari di ruang kelas dapat berkembang menjadi gagasan yang memiliki nilai lebih luas ketika dikelola, didokumentasikan dan dibagikan secara konsisten. Melalui semangat tersebut, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari apa yang dilakukan bersama siswanya, tetapi juga dari seberapa jauh pengalaman tersebut mampu menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya. (SB/RA)
