Buka Musda MBI Sumut, Kakanwil Kemenag Sumut Tekankan Inovasi dan Welas Asih

sentralberita |Medan ~ Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, menyoroti betapa krusialnya peran dan kiprah organisasi keagamaan dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Peran aktif tersebut dinilai menjadi pilar utama dalam merawat stabilitas dan kerukunan sosial di tengah keberagaman.

Pesan penting itu disampaikan Kakanwil Kemenag Sumut saat membuka Musyawarah Daerah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Sumatera Utara, Sabtu (17/10/2026) yang berlangsung di Le Polonia Hotel, Medan.
Kakanwil Kemenagsu didampingi Pembimas Buddha Sukasdi menegaskan bahwa Musda tidak boleh sekadar dipandang sebagai agenda konstitusi formal tahunan semata. Sebaliknya, momen ini harus dimaknai sebagai ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi kinerja serta merumuskan arah pengabdian umat Buddha yang lebih inklusif dan progresif di masa depan.
“MBI Sumut selama ini telah menunjukkan peran nyata yang luar biasa dalam membina spiritualitas umat. Namun, tantangan zaman terus berubah. Maka dari itu, melalui forum ini, mari kita bersama bergerak menuju ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya responsibilitas organisasi dalam menghadapi dinamika sosial modern. Pembenahan dan inovasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar organisasi tetap relevan serta berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Kakanwil menaruh harapan besar terhadap struktur kepengurusan MBI Sumatera Utara yang akan datang agar mampu membawa angin segar bagi kemajuan organisasi.
“Kami berharap pengurus yang terpilih nanti semakin solid, berintegritas, dan inovatif, dengan program-program kerja yang mampu menyentuh langsung kebutuhan umat dari berbagai lapisan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian integral dari masyarakat Sumatera Utara yang majemuk, keluarga besar MBI dan seluruh umat Buddha dinilai memegang tanggung jawab moral yang besar. Nilai-nilai luhur keagamaan diharapkan dapat terus diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kakanwil Kemenagsu mengingatkan bahwa nilai-nilai dasar agama Buddha, seperti Karuna (welas asih) dan Metta (cinta kasih), memiliki dimensi universal yang sangat relevan untuk diimplementasikan di era modern. Hal ini menjadi modal sosial yang kuat untuk merawat toleransi antarumat beragama.

“Jadilah sebagai agen perubahan pembawa damai yang selalu merajut persatuan di tengah keberagaman suku, ras, dan agama di daerah kita. Selamat melaksanakan Musyawarah Daerah, semoga jalan musyawarah yang ditempuh hari ini membawa berkah kemajuan bagi organisasi dan kemaslahatan negara dan bangsa,” pungkasnya.01/red

-->