Air Limbah Meluap ke Rumah Warga, DLH Sergai Minta SPPG Sei Rampah Benahi IPAL
sentralberita | Serdang Bedagai ~ Menindaklanjuti keluhan masyarakat Dusun IV, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, terkait luapan limbah yang diduga berasal dari SPPG Sei Rampah hingga mencapai halaman rumah dan bahkan pernah masuk ke dalam rumah.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Serdang Bedagai, melakukan tinjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah.
Boy Reonaldi Sihombing, S.Sos., M.SP., saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (23/10/2026), menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan, pihak SPPG Sei Rampah tidak jadi menggunakan kolam instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sebelumnya direncanakan sebagai tempat pembuangan atau pengolahan limbah.
Atas kondisi tersebut, pihak Lingkungan Hidup memberikan sejumlah arahan kepada pengelola agar penanganan limbah tetap dilakukan melalui mekanisme yang sesuai.
Salah satu arahan yang disampaikan adalah agar pengelolaan limbah padat dilakukan melalui kerja sama resmi dengan Dinas Perkim LH Kabupaten Serdang Bedagai, termasuk melalui nota kesepahaman atau MoU untuk pengangkutan limbah.
Selain itu, pengelola juga disarankan menjalin kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk layanan penyedotan limbah. Sementara itu, kolam IPAL yang tidak jadi digunakan diarahkan untuk ditimbun kembali.
“Limbah padat agar dilaksanakan MoU kerja sama dengan Dinas Perkim dan LH untuk pengangkutan. Mau kerja sama juga untuk penyedotan dengan Dinas PU. Kemudian, menimbun tanah kolam IPAL yang tidak jadi digunakan,” ujar Boy.
Ia menambahkan, hasil peninjauan tersebut akan ditindaklanjuti melalui surat resmi agar pihak pengelola menjalankan arahan sebagaimana tercantum dalam berita acara.
Menurut Boy, langkah penegakan lebih lanjut, termasuk pemberian teguran atau sanksi, akan dipertimbangkan apabila arahan yang telah disampaikan tidak dilaksanakan.
“Setelah peninjauan, kita surati agar dilakukan sesuai arahan dalam berita acara. Kalau tidak dilaksanakan, baru sanksi atau teguran,” tegasnya.
Sebelumnya, keluhan disampaikan seorang ibu rumah tangga berinisial N, warga Dusun VI, Desa Sei Rampah tentang dugaan luapan air yang bercampur dengan limbah padat dari IPAL dapur MBG di SPPG Sei Rampah Kiri.
Menurut N, air yang menggenangi halaman belakang rumahnya dikhawatirkan bercampur dengan air banjir dan masuk ke bagian dalam rumah. Ia menyebutkan, air dari IPAL diduga dialirkan menuju parit di depan rumahnya, namun aliran parit yang tidak lancar menyebabkan air menggenang dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Air limbahnya melimpah ke halaman belakang, sampai masuk ke dalam rumah. Air banjirnya juga bercampur dengan air limbah,” keluhnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/10/2026).
N juga mengaku melihat air berwarna kemerahan yang bercampur material menyerupai lemak dan menyebabkan rasa pedih di kaki.
“Airnya merah, Bang, bercampur dengan lemak. Pedih kaki kami kalau sudah kena airnya,” tuturnya.
Ia berharap pengelola dapur MBG dan instansi terkait segera memeriksa kondisi saluran pembuangan serta mengambil tindakan agar air tidak kembali meluap ke permukiman.
Sementara itu, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, saat dikonfirmasi via WhatsApp, menyebut lokasi IPAL tersebut rawan banjir, terutama ketika musim hujan.
“Soalnya IPAL kita udah enggak ke belakang sebulan belakangan, dan belakang memang rawan banjir, apalagi sekarang musim hujan,” tulis Rico.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala dusun setempat terkait kondisi di lokasi tersebut. (SB/ARD)
