Katanya Merdeka

Oleh Rizal 4G | Hampir delapan puluh satu warsa berlalu,
Kertas proklamasi menguning dimakan waktu.
Katanya kita telah bebas, katanya kita telah jaya,
Namun di sudut-sudut negeri, nestapa masih mengepulkan asapnya.
Di batas bumi yang bergejolak, peluru masih berbunyi,
Keamanan menjadi barang mewah, kesejahteraan kian tersembunyi.
Tanah kami kaya, mengalirkan minyak dari perut bumi,
Namun untuk setitik bahan bakar, rakyat mesti mengemis dan mengantre pagi.
Harga-harga melambung tinggi mencekik leher,
Pajak-pajak meninggi bak menara yang angkuh berjejer.
Rakyat diperas, terjebak program yang meresahkan sukma,
Yang miskin kian tenggelam, yang kaya kian berpesta pora.
Hukum tegak berdiri, tapi tajamnya hanya ke bawah,
Menjerat kaki yang pincang, membiarkan yang atas pongah.
Kebebasan dan hak seolah panggang yang jauh dari api,
Sebuah ilusi indah yang saban hari kami mimpi-mimpikan lagi.
Ya Allah, Penguasa Semesta yang Maha Mendengar,
Merdekakanlah hamba-Mu ini dari belenggu yang sukar.
Jika merdeka di tanah ini baru sekadar nama,
Maka merdekakanlah jiwa kami di hadapan-Mu yang seutuhnya.
