Ijeck: Pilih Caleg Asli Putra Daerah

sentralberita | Medan ~ Caleg DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1, Musa Rajekshah meminta masyarakat khususnya anak muda cerdas dalam memilih caleg di Pemilu 14 Februari nantinya. Ia meminta agar masyarakat memilih caleg yang merupakan asli putra daerah tersebut.

Demikian dikatakannya saat menghadiri acara Dialog Interaktif Menguntai Kata Dalam Media Sosial di Balik Undang-Undang ITE yang digelar Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumut di Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jumat (19/1).

“Ada caleg yang sampai sekarang gak gerak dan belum turun ke masyarakat. Masih diam aja. Mungkin di hari pemilihan nanti tinggal melakukan serangan fajar,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck tersebut.

Baca Juga :  Ijeck Plt Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Tetap Solid dan Tetap Kompak

Untuk itu ia meminta kepada anak-anak muda maupun masyarakat semakin paham politik dan semakin melihat calon wakil rakyatnya dengan baik. Bukan hanya melihat dengan sebatas pemberian sesaat.

“Pilihlah yang berkualitas. Apalagi ia merupakan orang asli putra daerah. Karena ada caleg yang merupakan kiriman dari luar. Dapil Sumut tapi orangnya di Jawa sana. Cari caleg yang merupakan orang yang dekat dengan masyarakat. Mau berjuang dan membawa aspirasi rakyat,” ucap Ketua DPD Partai Golkar Sumut tersebut.

Dalam acara ini turut hadir juga Ketua IIPG Sumut, Sri Ayu Mihari, Ketua HWK Sumut, Dr Julia Maulina, beberapa caleg perempuan dari Partai Golkar dan lainnya.

Ijeck juga mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan HWK. Menurutnya saat ini kita memang harus menggunakan media sosial untuk membranding diri. Terutama para caleg. “Karena lewat digital tidak perlu menghabiskan biaya yang terlalu besar,” ucapnya.

Baca Juga :  Tak Puas Pelayanan RS Imelda, Yuandra Ngadu Ke DPRD Medan Agar Dibantu Biaya Pengobatan Di Penang

Ketua HWK Sumut, Dr Julia Maulina dalam kesempatan itu mengatakan bahwa dialog ini dilaksanakan agar kaum ibu mengerti terkait menggunakan media sosial dengan baik. Apalagi sekarang perkembangan media sosial begitu masif.

“Muncul sekarang emoticon-emoticon. Kita harus sikapi dengan baik. Jangan sampai lewat media sosial akhirnya menimbulkan kegaduhan sesama kita. Dan kami melihat peran perempuan itu penting dalam mendidik. Jadi harapan kita setelah ini mereka dapat ilmu dalam mendidik anak-anak,” ujarnya.(01/red)