Takut Akan Corona, Penderita Kanker Ganas Menahan Sakit di Pondok Tua Tanpa Obat dan Perawatan Medis

Sentralberita|Medan ~ Virus corona yang mewabah di seluruh dunia tidak saja hanya menyebar derita pada orang-orang yang diinfeksinya. Virus ini juga ikut menyumbang derita pada penderita penyakit lain, seperti halnya Santana Romasi Naibaho (41) yang menderita kanker ganas dan saat ini harus terbaring di pondok tua yang ditumpanginya bersama keluarganya tanpa mendapat perawatan medis.

“Gak berani ke rumah sakit karena Corona bang, dan kamipun sudah tak punya uang” kata Victor Sitorus, suami Santana Naibaho kepada wartawan lewat aplikasi WA-nya.

Sebuah foto luka terbuka yang sudah membusuk pun turut dikirimkannya, bersama dengan video yang memperlihatkan ketika ibu Santana meraung menahankan rasa sakit karena kehabisan obat dan perban.

Tidak berani kemana-mana, mereka bertahan di pondok tua milik PTPN II di dusun Afd IX Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Victor Sitorus pun mengaku sudah kehabisan akal untuk menyelamatkan istrinya terkasih, di tengah sulitnya bergerak di tengah mewabahnya virus corona yang sudah menginfeksi 1,4 juta manusia dan mengakivatkan kematian lebih dari 85 ribu di seluruh dunia ini (menurut laporan WHO per 9 April 2020).

Baca Juga :  Ketua Pewarta Besuk Warga yang Kena Stroke di Rumah Sakit Muhammadiyah

Santana Naibaho dengan BPJS Mandiri sudah menjalani operasi pengangkatan kanker pada Juni 2019 lalu di Rumah Sakit Bidadari, Stabat dan selanjutnya menjalani kemo terapi dan berobat jalan ke Rumah Sakit Murni Teguh Medan hingga 6 kali. Namun derita Santana justru semakin bertambah karena selanjutnya mengalami kelumpuhan.

Tak berhenti di situ, bekas operasi di dada kiri itu pun sekarang sudah terbuka lebar dan membusuk. Di tengah sulitnya keadaan ekonomi, Victor merawat istrinya dengan menutup luka yang sudah menganga tersebut dengan diapers orang dewasa dan tiap hari menggantinya dan membasuhnya dengan alkohol.

Saat menerima telepon dari wartawan media ini, malam ini Victor sedang menunggu datangnya cairan alkohol dari Medan di sebuah apotek di kota kecil Sawit Seberang, Langkat.

Baca Juga :  Polda Sumut bawa syadika Korban Tabrak Lari ke RS Bhayangkara Medan

“Susah didapat lae, dan semua makin mahal” katanya sambal menambahkan cerita tentang sulitnya keadaan ekonomi keluarganya sekarang.

Perlu diketahui bahwa kanker payudara (Carcinoma Mammae) adalah adalah salah satu jenis kanker ganas selain kanker servik. Pada stadium yang paling tinggi, yang biasa disebut stadium 4, organ akan mulai membusuk dan kerusakannya kerap menjalar ke organ lainnya yang mengakibatkan sakit tak terperi pada penderitanya.

Kanker payudara sebenarnya sudah menjadi fokus perhatian pemerintah (khususnya departemen kesehatan dan pemberdayaan wanita), terutama penderita yang berasal dari keluarga pra -sejahtera.

Namun hingga saat ini perempuan beranak 3 ini masih tergeletak dan menangis menahan rasa sakit di pondok tua yang ditumpangi keluarganya di desa desa Sawit Hulu. Entah dari siapa dan kapan pertolongan akan datang di tengah wabah Covid-19 ini. (SB/01)
CP. Victor Sitorus Pane (suami)
081375149613