13 Tahun Terpisah dari Keluarga, Kakek Renta Tinggal di Gubuk Kardus Kawasan KIM Ingin Pulang…

sentralberita|Medan~Malang benar nasib Ayah dari tiga orang anak ini. Suraji (60) dengan terpaksa harus terpisah belasan tahun lamanya. Kini ia tidak tau kabar, begitu pula anak-anaknya Sira, Nila, Bila dan juga isteri tercintanya Jumirah pun tidak tau kabar Suraji kini dimana.
Suraji meninggalkan mereka di Dusun Lego Desa Talun, Kec. Talun, Kab. Blitar, Jawa Timur, 13 tahun yang lalu demi menggapai impiannya dan cita-citanya membahagiakan keluarga kecilnya dikampung, dengan merantau ke pulau seberang – Sumatera, tepatnya di kota Medan.
Kini yang dirasakannya saat ini diluar harapan dengan impiannya dahulu, Suraji hanya menjadi seorang gelandangan, yang kerjanya hanya memulung botol-botol bekas, yang hanya berpenghasilan 20 ribu rupiah setiap harinya, dan tinggal di gubuk kardus dari barang-barang bekas lainnya.
Saat Alie Sahniur selaku Ketua MRI-ACT Sumut menyambangi dikediamannya yang hanya berukuran 2x1m itu (17/8), Suraji menyambutnya dengan ramah. Tampak senyum ikhlas dari lelaki renta ini, tanpa mengenakan baju sehelai pun, dia pun menyambut salam Alie.
Suraji pun sempat bercerita sedikit kisahnya, yang membuat ia ‘terdampar’ di kota Medan ini. Belasan tahun yang lalu ia berangkat dari kampung halaman menuju Medan dengan menggunakan Kapal Laut dan akhirnya turun di dermaga Belawan.
Dulu dia merupakan petani di Desa Talun, pada suatu hari dia bertemu dengan seseorang yang menawarkan ia pekerjaan di salah satu pabrik di kota Medan. Dengan iming-iming pasti diterima kerja dan bergaji 3 juta per bulannya. Suraji pun tergiur dengan tawaran tersebut, walau harus meninggalkan isteri dan ketiga puterinya.
Singkat cerita ia pun sampai di dermaga Belawan, malang tak dapat ditolak Suraji kecopetan. Seluruh uang berikut surat-surat, kartu identitas serta catatan kontak keluarga yang ada didompetnya pun lenyap. Ia pun pasrah tidak dapat melakukan apapun lagi. Ia mencoba mencari kabar orang yang pernah menjanjikan dia pekerjaan itu, namun hingga kini setelah 16 tahun pun tidak ada kabar sama sekali.
Upaya untuk bertahan hidup ini pula lah yang akhirnya membuat Suraji harus menjadi pemulung. Ia kini memulung botol bekas di sekitar Kawasan Industri Medan dengan penghasilan yang tidak tetap. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari terkadang ia mengharapkan belas kasihan dari orang lain yang merasa iba terhapat kondisi beliau.
Kini, harapannya hanya ingin dapat kembali pulang ke kampung halaman dan berkumpul kembali dengan keluarganya, walau pun ia tidak tau apakah keluarganya masih menantinya. ( SB/01/Ilham )

Pingback: Sweet Bonanza Slot
Pingback: แทงหวย24
Pingback: 電子 菸 推荐
Pingback: imp source