Membahayakan, Pengamat Minta Izin Lion Air Dibekukan

JAKARTA (Sentralberita) : Dianggap sudah terlalu banyak masalah dan terkesan membahayakan, pengamat penerbangan Marsekal (Purn) Chappy Hakim mengatakan ijin Lion Air sudah waktunya dibekukan.

“Lion Air membahayakan! sdh waktunya utk dibekukan ijinnya & dilakukan audit secara menyeluruh agar tdk membahayakan nyawa orang banyak,” demikian tulis Chappy Hakim lewat akun Twitter-nya, Minggu pagi.

Belum reda kasus desahan di kokpit Lion Air, muncul lagi kasus delay berujung chaos penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Soal delay di maskapai ini bahkan sudah seringkali terjadi.

Chappy yang kemudian dihubungi lewat telepon untuk mendapatkan informasi lebih jauhmengatakan, pemerintah–dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub)–harus mengambil langkah tegas. Kasus delay berujung chaos Lion Air JT 898 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (21/11) bisa berdampak buruk bagi Indonesia.

“Masyarakat luas melihat bagaimana delay (maskapai Lion Air) yang enggak karu-karuan. Dan puncaknya itu kemarin. Itu sebagai titik kulminasi. Kalau tidak ada tindakan yang serius, maka kepercayaan penerbangan internasional akan hilang. Kepercayaan itu tidak hanya kepada maskapai yang bersangkutan, tapi juga kepada otritas penerbangan nasional,” kata Chappy di ujung telepon.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini menilai, peristiwa delay berujung chaos itu sangat memalukan dan kontra produktif. Khususnya dengan usaha pemerintah agar Indonesia masuk dewan organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

“Ini sangat memalukan dan sangat kontra produktif dan sangat merugikan usaha keras pemerintah untuk bisa kembali menjadi council member di ICAO dan berupaya supaya bisa sederajat, sama tinggi dengan negara di dunia dan kawasan asean. Kemudian terjadi kejadian seperti itu. Jadi ini merupakan kejadian sangat memalukan dan kejadian yang sangat kontra produktif,” ucapnya.

Ditambahkan Chappy, jika di sebuah internasional airport ada penumpang di runway, apalagi sampai ‘menyerbu’ pesawat lain dan berujung chaos, itu merupakan hal yang sangat fatal.

“Bagaimana kepercayaan dunia internasional terhadap internasional airport di Indonesia kalau dia mau landing tau-au ada orang bisa di runway. Itu pertanyaan besar. Jadi ini harus dipahami sebagai satu hal yang sangat serius, dan kalau saya melihat ini sudah waktunya Kementerian Perhubungan untuk membekukan sementara (Lion Air) dan melakukan audit internal untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” imbuhnya.

Lion Air mengajukan permohonan penangguhan pesawat untuk penerbangan JT 898, Sabtu (21/11) pukul 08.00 WIB. Padahal penerbangan Jakarta-Makassar tersebut seharusnya dilakukan atau take off pukul 05.00 WIB. Pihak Lion meminta permohonan penggantian pesawat dari jenis Boeing 737 menjadi Airbus A 330 yang kapasitasnya lebih besar.

Calon penumpang yang belum mendapatkan tanda-tanda keberangkatan lantas mengamuk dan ‘menyerbu’ pesawat Lion Air JT 778 Jakarta-Makassar lainnya. Pesawat JT 778 (dijadwalkan take off 08.15 WIB) saat itu sudah akan berangkat dan tinggal pada fase tutup pintu pesawat.

Penumpang JT 778 yang panik karena mendengar teriakan-teriakan bernada mengancam lantas berhamburan dan ada juga yang membuka pintu darurat. Seluncur darurat bahkan sampai mengembung keluar.

Kedua pesawat tersebut akhirnya take off di waktu berdekatan sekitar pukul 11.00 WIB.

Pihak Lion Air menyebut delay itu karena masalah operasional. “Jadi ada JT 898 itu rute Cengkareng-Makassar berangkat 04.30 WIB, nah itu memang ada delay karena masalah operasional,” ucap Humas Lion Air, Andy M Saladin saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/11/2015).

Lantaran pesawatnya tak kunjung berangkat, para penumpang JT 898 pun ‘menyerbu’ pesawat Lion Air lainnya dengan rute yang sama yaitu JT 778. Andy menyebut pesawat JT 778 itu on schedule.

“Kemudian ada JT 778 rute sama itu berangkat 08.15 WIB atau 08.30 WIB, kalau saya enggak salah ya. JT 778 itu on schedule. Saat mereka boarding, penumpang JT 898 menerobos masuk ke JT 778 sehingga terjadi kegaduhan dan buntutnya ya delay semua,” ucap Andy.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait menyebut delay terjadi karena ada pergantian pesawat. Setelah terjadi kericuhan itu, lalu kedua pesawat baru diterbangkan di waktu berdekatan sekitar pukul 11.00 WIB.

“Memang delay karena ganti pesawat,” ujar Edward saat dihubungi.

Kemenhub mengaku akan melakukan investigasi dalam kasus ini. Lion Air sendiri mengaku siap diberi sanksi jika hasil investigasi menyatakan mereka bersalah.(SB/Dtc)

Comments