Sutarto Harapkan PRSU Tingkatkan Daya Saing UMKM Sumut

sentralberita|Medan~Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto menyampaikan, penyelenggaraan
Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dapat memprioritaskan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah agar dapat menembus pasar domestik dan mancanegara.
Diketahui pagelaran PRSU ke-50 diselenggarakan selama sebulan penuh mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Area PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan.
Kepada awak media, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut itu mengatakan Melalui PRSU ia berharap para pengusaha UMKM tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan.
“Tetapi juga berkesempatan memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta mendapatkan masukan langsung dari konsumen,” katanya, Sabtu (4/7/2026).
Dikatakannya, produk UMKM meliputi komoditas kopi, olahan hasil pertanian, aneka kerajinan tangan (kriya), serta kuliner lokal khas daerah.
“Di 33 kabupaten dan kota terdapat produk unggulan sesuai karakteristik daerahnya, ini sangat menarik dan potensina besar,” jelasnya.
Sutarto mengatakan, tak hanya persoalan UMKM, PRSU juga angat efektif menggenjot pariwisata dengan menggabungkan pameran budaya, kuliner, dan hiburan massal dalam satu wadah.
“Di dalam setiap etalase atau anjuntan juga harusnya ada promosi destinasi yang menampilkan potensi wisata unggulan secara langsung kepada ribuan pengunjung,” jelasnya.
Menurutnya, pada acara tersebut dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
“Sehingga seluruh sektor UMKM terdampak dan mendapatkan peningkatan penghasilan yang signifikan,” ungkapnya.
Sementara itu Komisaris Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Effendi Pohan pada temu pers menyampaikan, PRSU menjadi ruang temu (deal room) antara investor dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Sumatera Utara.
Ia menyampaikan, stan-stan yang berpartisipasi pada PRSU tahun ini telah melalui proses kurasi yang ketat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang dipamerkan benar-benar merupakan hasil karya unggulan daerah.
“Sebanyak 75 persen stan yang mengisi PRSU adalah UMKM asli Sumatera Utara. Melalui kurasi yang ketat, kami pastikan PRSU tidak menjadi tempat beredarnya barang impor atau produk ilegal. Ini adalah panggung karya asli lokal,” ungkapnya.
