Penampilan 19 Artis Nasional dan Promosi Kopi Sumut Program Unggulan di PRSU ke-50

sentralberita| Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya telah membuka PRSU ke-50 di Panggung Utama PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (3/7/2026) malam dengan dihadiri Anggota DPR RI Ade Jona Prasetyo, Plt Deputi Bidang Staf Ahli Menteri Kementerian Ekonomi Kreatif Dian Permata Sari, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Staf Ahli TP PKK Sumut Titiek Sugihariti, Ketua DWP Sumut Evi Novida, serta para Bupati dan Walikota se-Sumut.
Sebanyak 33 kabupaten/kota turut berpartisipasi dengan menampilkan produk unggulan daerah, peluang investasi, UMKM, ekonomi kreatif, serta kekayaan budaya Sumut. Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai hiburan, termasuk penampilan 19 artis nasional dan promosi kopi Sumut menjadi salah satu program unggulan tahun ini sebagai upaya memperkuat citra kopi Sumut sebagai salah satu kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia, sekaligus mendorong peningkatan ekspor kopi asal Sumut.
Mengutif google, Sumatra Utara menghasilkan berbagai varietas kopi unggulan yang tersebar dari ujung barat hingga selatan pulau.
Kopi Mandailing (Sumatera Utara)
Kopi Mandailing berasal dari beberapa daerah di Sumatera Utara, seperti Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal. Nama kopi ini merujuk pada kelompok etnis Mandailing yang secara tradisional menanam dan mengolah biji kopi di wilayah tersebut. Perkebunan kopi Mandailing umumnya berada di ketinggian antara 1.000 hingga 1.500 mdpl di kawasan Pegunungan Bukit Barisan.
Kopi Mandailing termasuk varietas arabika premium dengan varietas Catimor dan Typica. Profil rasanya menampilkan aroma kuat, tekstur kental, serta perpaduan rasa manis dan sedikit asam yang tidak terlalu mendominasi. Kombinasi rasa ini menjadikan kopi Mandailing cocok untuk pemula maupun penikmat kopi berpengalaman sekaligus.
Kopi Lintong (Sumatera Utara)
Kopi Lintong berasal dari wilayah Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, bagian utara Sumatera Utara. Bibit kopi Lintong pertama kali masuk ke daerah ini sekitar tahun 1888 pada masa kolonial Belanda. Perkebunan kopi Lintong berada di kawasan pegunungan sekitar Danau Toba pada ketinggian 1.400 hingga 1.600 mdpl.
Cita rasa kopi Lintong merupakan perpaduan antara cokelat, karamel, dan rempah. Aromanya kuat dan kompleks, tingkat keasamannya rendah, serta kadar kafein sekitar 1,2 persen. Metode pengolahan wet hulling atau giling basah menjadi ciri khas proses pascapanen kopi ini, menghasilkan biji berwarna hijau kebiruan yang khas dan digemari oleh para roaster mancanegara.
Kopi Sidikalang (Sumatera Utara)
Kopi Sidikalang berasal dari Kecamatan Sidikalang, ibu kota Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Area perkebunan kopi di Kabupaten Dairi berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan pada ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Luas wilayah kebun kopi di Kabupaten Dairi mencapai 13.598 hektar dengan produksi sekitar 13.000 ton pada 2021.
Kopi Sidikalang tersedia dalam dua varietas, yaitu arabika dan robusta. Kopi Robusta Sidikalang memiliki profil rasa kacang, cokelat susu, dan karamel dengan tingkat keasaman rendah. Rasa manisnya seimbang dengan finish yang lembut di tenggorokan. Kandungan kafeinnya yang cukup tinggi menjadikan kopi ini sangat populer di kalangan pekerja dan masyarakat yang membutuhkan energi ekstra.
Menurut Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Ferry Indra, penyelenggaraan PRSU ke-50 menjadi momentum istimewa karena memasuki usia emas penyelenggaraannya.
Ferry menjelaskan, PRSU 2026 menghadirkan tiga area utama, yakni panggung budaya sebagai ruang pelestarian seni dan adat, panggung landmark sebagai ruang interaksi masyarakat, serta panggung utama untuk berbagai pertunjukan dan kompetisi kreativitas.
Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) bukan sekadar ajang hiburan masyarakat. PRSU menjadi etalase pembangunan sekaligus wadah strategis untuk mempromosikan potensi daerah, menarik investasi, dan menggerakkan perekonomian Sumatera Utara.
Surya saat membuka PRSU ke-50 menympaikan, penyelenggaraan PRSU tahun ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan Sumut sekaligus momentum memperlihatkan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat, investor, dan pelaku usaha.
“PRSU ke-50 menjadi penanda perjalanan sejarah pembangunan Sumatera Utara. Ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang pertemuan investasi, promosi potensi daerah, kekayaan budaya, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia. Dari sinilah kita menunjukkan kepada Indonesia bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Surya.
Menurut Surya, PRSU juga menjadi ruang bertemunya perdagangan, investasi, teknologi, olahraga, dan inovasi. Karena itu, manfaat penyelenggaraannya diharapkan tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia turut mengapresiasi partisipasi seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang menampilkan berbagai potensi unggulan daerah masing-masing. Menurutnya, semangat kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan dan mewujudkan Sumatera Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Surya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong pembangunan infrastruktur, memperkuat sistem ekonomi daerah, serta mengembangkan sektor olahraga sebagai industri yang mampu meningkatkan perekonomian melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.(SB/Husni Lubis)
