DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution Harapkan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dan Kebangsaan Harus Diperkuat

sentralberita|Medan~Anggota DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, SE, MM dari Fraksi PAN DPRD Medan melaksanakan Penyelenggaraan Pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tahun 2026 dengan dihadiri kebanyakan ibu-ibu dari Majlis Ta’lim dan Ustad Amin, Minggu (21/6/2026) di Jalan Dorowati Gg Wongso, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan.
Edwin Sugesti menyampaikan, tujuan utama pembahasan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan diharapkan menjadi prilaku kehidupan sehari, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat. Dengan penyebar-luasan pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang dapat memperkuat nasionalisme, memelihara toleransi dan mencegah potensi konflik berbasis SARA di tengah keberagaman masyarakat termasuk di Kota Medan.
Oleh karena itu, kata Edwin, kegiatan ini sangat relevan dilakukan saat ini, mengingat di tengah masyarakat beragam suku, agama, dan budaya, sehingga membutuhkan penguatan nilai persatuan dan toleransi. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.
“Cinta kebangsaan dan nasionalisme harus melekat di tubuh warga. Oleh karena itu, kita harapkan dengan kegiatan ini mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat, sehingga terjaga keutuhan bangsa,”ujar dihadapan ratusan yang kebanyakan ibu-ibu yang berhadir.
Pancasila bukan cuma jadi dasar hukum, tapi juga berfungsi sebagai ideologi negara yang mengarahkan tindakan dan kebijakan pemerintahan. Sebagai ideologi, Pancasila memberikan panduan untuk membangun bangsa dan negara dengan tujuan menciptakan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi semua rakyat.
Dengan kondisi ini, menurut Edwin yang juga Sekretaris PAN Medan ini, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat. “Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan”ujarnya.
Karena itu lanjutnya, penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Generasi muda perlu diberikan pemahaman yang baik tentang sejarah bangsa, perjuangan para pendiri negara, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
Pancasila sebagai dasar negara, kata Nasution, memiliki sejarah yang panjang dan sakral bagi bangsa Indonesia. Pancasila bukan cuma sekadar lima sila, tapi juga punya sejarah panjang dan menarik. Setiap sila dalam Pancasila mencerminkan nilai-nilai moral, sosial, dan politik yang diharapkan menjadi panduan bagi kita semua. Nilai-nilai ini menjaga agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis dalam keberagaman.
Gagasan tentang dasar negara Indonesia mulai muncul ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II. Saat itu, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945 setelah menjanjikan kemerdekaan Indonesia. Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.
Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Soekarno. Inilah mengapa tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Fungsi Pancasila itu, selain jadi dasar negara, Pancasila juga berperan sebagai ideologi dan pandangan hidup yang mengarahkan masyarakat dalam berperilaku. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, membantu menciptakan norma dan nilai yang mendukung kerukunan di tengah perbedaan yang ada.
“Dengan hadirnya Pancasila, kita punya pedoman untuk menciptakan harmoni di antara berbagai suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia. Prinsip-prinsip ini juga menekankan pentingnya toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial. Pancasila benar-benar jadi pilar kokoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita”ujar Edwin.
Edwin Sugesti dihadapan 28 Majlis Ta’lim itu membuka dialog dan sekaligus dirinya menayai seputar wawasan Pancasila kepada peserta. Rata-rata peserta yang ditanyai bisa menjawab.”Kita memang sudah hapal sila dari sila dan fungsi dari Pancasila, tapi pengamalannya yang agak sulit ya,”ujarnya dengan disambut tepuk tangan.
Memang saat ini banyak persoalan masyarakat, Kata Edwin, mulai keterbatasan ekonomi jaminan keamanan yang setiap saat begal menghantui. Begitu juga maraknnya Narkoba yang terus ada peredarannya dan tingginya penganguran menyusul terbatasnya lapangan pekerjaan. “Semoga aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian bisa lebih beperan,”ujarnya menjawab pertanyaan diantaranya Buk Ana dan Yunita dengan meminta diaktifkannya Pokamling.
Kemudian Nur Faziah, Nuhasanah dan Salbiayah mengharapkan dihidupkan dengan baik Perwi dan aktifnya Remaja Masjid. Salbiyah menyampaikan mendukungan terhadap program Edwin Sugesti dan Fitirinya perlunya dihudupkan Parwisata dan banyak lagi menyampaikan aspirasi.
Edwin Sugesti Nasutian menguraikan telah berupaya menyahuti berbagai asprasi masyarakat. Lewat Rumah Aspirasi yang didirikannya telah banyak berbuat secara nyata kepada masyarakat ada Rumah Alqur’an diajari masyarakat supaya mahir membaca dan ilmu keagmaan, pengurus Admistrasi Masyarakat dengan lengkap, menyiapkan mobil ambulan dan lain sebagainya dan bentuk sosial lainnya.(Husni Lubis)
