Dandim Aceh Timur Tampung Aspirasi Warga Madat Soal Infrastruktur dan Dampak Banjir

sentralBerita | Aceh Timur ~ Sejumlah keuchik, imum mukim, camat dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Madat menyampaikan berbagai persoalan pembangunan kepada Komandan Kodim (Dandim) 0104/Aceh Timur, Letkol Fiska Bagus, dalam kegiatan temu ramah di Aula Kantor Camat Madat, Kamis (3/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kunjungan perdana Dandim 0104/Aceh Timur ke Kecamatan Madat sekaligus dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi, terutama terkait infrastruktur, pertanian, perikanan serta dampak banjir yang terjadi pada akhir 2025.

Dalam pertemuan itu, sejumlah aspirasi mengemuka, mulai dari kerusakan jalan antar-gampong, jalan usaha tani, infrastruktur pertanian, kondisi tambak hingga persoalan pendangkalan alur sungai.

Keuchik Gampong Lueng Sa, Samsul Azhar, menyampaikan kondisi jalan usaha tani yang dinilai menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen. Menurutnya, terdapat sekitar empat kilometer jalan usaha tani yang membutuhkan penanganan.

“Hasil padi merupakan salah satu sumber ekonomi utama masyarakat kami. Jika jalan tani rusak, hasil panen sulit dibawa ke pasar, kerugian menjadi berlipat ganda,” ungkap Samsul di hadapan Dandim.

Keluhan lain disampaikan Keuchik Gampong Lueng Dua, Hanafiah, terkait kondisi sektor perikanan budidaya. Ia mengatakan banjir sebelumnya membawa material sedimen yang menyebabkan sejumlah kolam tambak mengalami pendangkalan.

Kondisi tersebut membuat petani tambak kesulitan mengembangkan budidaya udang maupun ikan secara optimal. Pendangkalan alur sungai juga berdampak terhadap pengaturan sirkulasi air dari dan menuju tambak.

“Kami berharap melalui Dandim ini dapat difasilitasi kepada Pemerintah Kabupaten maupun instansi terkait, agar nasib petani tambak di Kecamatan Madat segera diperhatikan,” harap Hanafiah.

Sementara itu, Imum Mukim Madat, Azhar, menyoroti kondisi jalan penghubung antar-gampong. Ia menyebut sekitar 60 persen jalan di wilayahnya sudah tidak layak dilalui, baik akibat dampak banjir maupun minimnya pemeliharaan.

Azhar juga mengungkapkan persoalan serangan hama tikus yang terjadi di sejumlah kawasan persawahan, di antaranya Rambong Lop, Ulee Atueng, Madat, Mayang Jrok, Mayang Kepupula Dua, Paya Naden hingga Tanjong Minjei.

Menurut perkiraannya, lebih dari 300 hektare lahan pertanian terdampak serangan hama tersebut. Kondisi itu menyebabkan produksi pertanian terganggu hingga sebagian petani mengalami gagal panen.

“Kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini petani bingung, kebutuhan hidup semakin berat, namun tidak ada modal untuk menanam kembali,” papar Azhar.

Camat Madat, Zulfikar, membenarkan masih terdapat sejumlah persoalan pembangunan infrastruktur di wilayahnya, baik menyangkut jalan maupun sarana penunjang sektor pertanian dan perikanan.

Ia juga mengapresiasi kunjungan perdana Dandim 0104/Aceh Timur ke Kecamatan Madat yang dinilai membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat dengan unsur Forkopimda dan pemerintah daerah.

“Kami bersama Danramil, Kapolsek dan seluruh pemangku kepentingan siap bersinergi memperjuangkan kemajuan Kecamatan Madat. Seluruh keluhan masyarakat ini akan kami sampaikan kepada Bupati Aceh Timur selaku pimpinan Forkopimda, guna mempercepat pemulihan pascabanjir di wilayah kami,” tegas Zulfikar.

Kegiatan temu ramah tersebut turut dihadiri para keuchik, tokoh masyarakat, Kapolsek Madat Ipda Rizki serta Danramil Madat Kapten TNI Saifuddin.

Dalam kesempatan itu, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Fiska Bagus menyatakan kesediaannya menjadi penghubung dalam menyampaikan aspirasi masyarakat Kecamatan Madat kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka jalan koordinasi yang lebih luas untuk mendorong percepatan penanganan berbagai persoalan di Kecamatan Madat, khususnya perbaikan infrastruktur, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pemulihan dampak banjir. (SB/RA)

-->