Edi Saputra Sosper: Mendapatkan Bansos dari Pemerintah Wajib Sinkron Adminduk, Edukasi Cara Cek Desil

sentralberita|Medan~Anggota DPRD Kota Medan Edi Saputra, S.T mengingatkan warga pentingnya sinkronisasi data Administrasi Kependudukan (Adminduk). Beda satu huruf saja bisa berakibat fatal, mulai dari gagal dapat Bantuan Sosial (Bansos) hingga gagal daftar PNS, Polisi TNI dan lainnya.

Karena itu, kata anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN itu, untuk mendapatkan Bansos wajib sinkron Adminduk. Hal itu disampaikan Edi Saputra saat Penyelenggaraan Sosialisasi Pembentukan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Adminduk di Jalan Rawa Cangkuk III, Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Sabtu (15/8/2026).

“Segala kehidupan kita tidak lepas dari Adminduk. Mulai akte lahir, KK, KTP, akte kematian, surat pindah. Pulang dari sini cek dulu di rumah. Sudah sinkron belum? Seperti nama saya Edi Saputra, S.T harus sama semua penulisan hurufnya di KK, KTP, buku nikah dan Adminduk lainnya. Jangan ada yang beda,” tegasnya.

Edi mencontohkan, jika nama suami di KTP dan buku nikah beda satu huruf, istri tidak bisa menuntut jika suami mau nikah lagi, demikian sebaliknya.

“Bila si suami mau nikah lagi, si istri tidak bisa menuntut karena nama si suami tidak sinkron di KTP dengan di buku nikah. Makanya, Adminduk ini penting,” ujarnya.

Begitu juga dengan perbedaan nama di akte lahir. Edi menambahkan, bila merubah nama yang tidak sinkron di akte lahir, bisa repot. Karena mengurusnya harus ke pengadilan dulu.

Begitu juga dengan nama di ijazah. Harus disinkronkan dengan Adminduknya.

“Apa guna data sinkron ini? Sekarang, kalau anak-anak kita mau daftar PNS, polisi dan lainnya, harus memiliki data Adminduk yang sinkron. Bila tidak sinkron, maka dipastikan tidak lulus tahap awal pendaftarannya secara online,” jelasnya.

Kaitan lainnya. Edi menambahkan data Adminduk yang sinkron berkaitan dengan Bansos. Bila data tidak sinkron, dipastikan warga tersebut tidak dapat bantuan.

“Jadi, tidak usah ribut dan protes ke Kepling bila tidak dapat bantuan. Padahal, data Adminduknya yang tidak sinkron,” paparnya.

Karena ada banyak Bansos dari pemerintah, seperti PKH, BPNT, PBI, PIP, KIP Kuliah, bantuan subsidi upah, bantuan stimulua listrik, bantuan Lansia, bantuan disabilitas, bantuan UMKM DNA lainnya.

“Semua ini bisa didapatkan kalau Adminduknya sinkron,” ujarnya.

Edukasi Cara Cek Desil 

Dalam sosper itu Edi langsung mempraktikkan cara mencek Bansos dan mengajarkannya kepada ratusan warga yang hadir.

“Sekarang, silakan dibuka handphonenya masing-masing. Buka Google, ketik “cek Desil” atau “cek Bansos Kemensos”. Masukkan NIK, klik cari data. Lihat Desil. Yang berpeluang dapat bantuan adalah Desil 1 sampai 4,” jelasnya.

“Jika masuk Desil 1-4, buka Playstore, download aplikasi “Cek Bansos”, isi NIK, No KK, email dan HP aktif,” sambungnya.

Edi juga mengingatkan penyebab warga masuk Desil 5-10 (dianggap mampu) sehingga tidak dapat bantuan, seperti pendapatan di atas UMK, punya BPJS Ketenagakerjaan, listrik di atas 900 watt, ada keluarga ASN, punya cicilan rumah/mobil/motor, pinjaman online, bahkan terdeteksi judi online.

“Selain itu, jangan jual data rekening anak kita. Karena bisa disalahgunakan untuk judi online. Kalau terdeteksi, satu keluarga itu dianggap mampu. Senin nanti langsung tutup ke bank kalau rekening sudah tidak dipakai,” paparnya.

“Jika masuk Desil 1-4, buka Playstore, download aplikasi “Cek Bansos”, isi NIK, No KK, email dan HP aktif,” sambungnya.

Edi juga mengingatkan penyebab warga masuk Desil 5-10 (dianggap mampu) sehingga tidak dapat bantuan, seperti pendapatan di atas UMK, punya BPJS Ketenagakerjaan, listrik di atas 900 watt, ada keluarga ASN, punya cicilan rumah/mobil/motor, pinjaman online, bahkan terdeteksi judi online.

“Selain itu, jangan jual data rekening anak kita. Karena bisa disalahgunakan untuk judi online. Kalau terdeteksi, satu keluarga itu dianggap mampu. Senin nanti langsung tutup ke bank kalau rekening sudah tidak dipakai,” paparnya.

Dalam ksempatan itu, sekitar 10 orang warga memberikan tanggapan dan sejumlah warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian Edi membantu warga secara gratis mengurus Adminduk warga termasuk warga yang tidak memiliki sama sekali Adminduk  (nol data).

Selanjutnya, dalam kesempatan itu, Edi Saputra tidak hanya sekedar menggelar Sosper Adminduk tapi juga membagikan ratusan Adminduk kepada ratusan warga yang hadir di acara tersebut.

Pembagian ratusan Adminduk warga tersebut kerap dilakukan Edi Saputra setiap kali menggelar Sosper dan Reses.

Ratusan Adminduk warga itu diurus langsung oleh tim Posko Peduli Edi Saputra secara gratis. Tujuannya, untuk memudahkan warga mendapatkan hak dasar sebagai warga negara.

Posko yang beroperasi di Jalan Mandala By Pass itu buka setiap Senin sampai Jumat mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. (SB/Husni Lubis)

-->