Arahan Sutan Tolang Lubis Tetap Stabil Hingga H-2 PRSU

sentralberita|Medan~Menjelang dua hari terakhir penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50, denyut pelayanan di Stand Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Utara justru tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Pada pemantauan Jumat (31/7/2026) atau H-2 penutupan PRSU, stand yang berada di kawasan strategis, tepat di bagian depan pintu masuk utama arena pameran, masih menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung.

Suasana itu memperlihatkan bahwa komitmen pelayanan publik yang sejak awal digariskan Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis tetap terjaga hingga penghujung penyelenggaraan.

Tidak tampak adanya penurunan semangat maupun kualitas pelayanan. Sebaliknya, ritme kerja para petugas tetap stabil, cepat, ramah, dan profesional, sebagaimana sejak hari pertama PRSU dibuka.

Jika pada fase awal penyelenggaraan pelayanan diperkuat oleh tim UPTD Samsat Medan Utara, maka pada paruh akhir estafet pelayanan dipercayakan kepada UPTD Samsat Medan Selatan di bawah koordinasi Fuad Ghazalie Damanik, bersama jajaran pelayanan yang dipimpin Kasi Pelayanan Pendapatan I, Hanafy Umry.

Pergantian personel tidak mengubah kualitas pelayanan. Standar pelayanan yang dibangun Bapenda Sumut tetap berjalan seragam.

Hal itu menjadi gambaran bahwa yang dibangun bukan sekadar kemampuan individu, melainkan budaya kerja yang telah ditanamkan secara sistematis hingga ke tingkat petugas lapangan.

Pengunjung yang datang tidak hanya memperoleh layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai layanan kesamsatan.

Para petugas mampu menjelaskan setiap prosedur secara lugas, memberikan solusi atas persoalan administrasi kendaraan, sekaligus membimbing masyarakat menggunakan perangkat digital yang tersedia di lokasi.

Karena itulah, slogan “tanya apa saja” yang selama ini digaungkan Bapenda Sumut bukan sekadar jargon pelayanan.

Di lapangan, para petugas benar-benar menguasai materi sehingga masyarakat tidak dibuat bingung atau harus berpindah-pindah meja untuk memperoleh jawaban.

Stand tersebut bahkan berkembang menjadi pusat edukasi perpajakan digital. Melalui perangkat elektronik yang disediakan, masyarakat dapat secara mandiri mengecek status kendaraan bermotor hanya dengan memasukkan nomor polisi.

Dalam hitungan detik, sistem menampilkan informasi mengenai status pembayaran pajak, besaran kewajiban, hingga tunggakan apabila masih ada.

Transformasi digital juga tampak pada sistem pembayaran. Seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai melalui petugas Bank Sumut, menggunakan berbagai kanal pembayaran digital, termasuk QRIS dan layanan perbankan elektronik lainnya. Mekanisme ini membuat proses pembayaran berlangsung cepat, aman, transparan, sekaligus memastikan dana langsung tercatat secara real time.

Keunggulan lain yang menjadi daya tarik masyarakat ialah setiap wajib pajak yang melakukan pembayaran PKB di stand tersebut otomatis tercatat sebagai peserta Gebyar Pajak Sumut, program penghargaan yang memberikan kesempatan memperoleh berbagai hadiah setiap triwulan hingga Grand Prize berupa paket umrah dan satu unit mobil pada akhir tahun.

Antusiasme masyarakat pun tetap tinggi hingga menjelang penutupan PRSU. Arus pengunjung yang datang untuk berkonsultasi maupun membayar pajak masih terlihat ramai

Bagi banyak pengunjung, keberadaan stand ini tidak lagi dipandang sekadar loket pelayanan pemerintah, melainkan ruang konsultasi yang memberikan kepastian, kemudahan, sekaligus pengalaman pelayanan publik yang modern.

Konsistensi pelayanan hingga H-2 penutupan PRSU menjadi penegasan bahwa arah yang dibangun Sutan Tolang Lubis bukan hanya menghadirkan layanan yang baik pada saat seremoni pembukaan, melainkan memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga sampai hari terakhir. Di situlah makna sesungguhnya pelayanan publik diuji: bukan pada kemeriahan pembukaan, tetapi pada kemampuan menjaga standar pelayanan secara konsisten.

Stand Bapenda Sumut di PRSU ke-50 akhirnya bukan hanya menjadi etalase pelayanan pemerintahan, melainkan juga contoh bagaimana transformasi digital, penguatan sumber daya manusia, dan semangat Kolaborasi Sumut Berkah diterjemahkan menjadi pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

-->