Sukses Penyelenggaraan Haji, Ketua PPIH Sumut Zulkifli Sitorus Terima Penghargaan dari Menhaj RI, Akan Dijadikan Motivasi Lebih Baik ke Depan

sentralberita|Medan~Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatera Utara (Embarkasi/Debarkasi Medan), juga Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumut, Dr H Zulkifli Sitorus, MA, menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Dr KH Mochammad Irfan Yusuf di Jakarta.
Penghargaan yang diterima Zulkifli Sitorus tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi dalam menyukseskan pelayanan jemaah haji pada Penyelenggaraan Ibadah Hahi Tahun Haji 1447 H/2026 M.
Penghargaan dari Menteri Haji dan Umrah RI, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) kepada Ketua PPIH Embarkasi Medan (KNO) ini diserahkan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr H Dahnil Anzar Simanjuntak dalam Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Zulkifli Sitorus , melalui pesan whatsapp, mengatakan penghargaan ini sebagai motivasi untuk dirinya berbuat lebih baik lagi ke depan dalam hal penyelenggaraan ibadah haji di daerah. “Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi kami di Sumut melayani jemaah haji dengan lebih maksimal, baik menjelang keberangkatan dari Tanah Air hingga kepulangan dari Tanah Suci,” ucapnya.
Tak lupa, Zulkifli Sitorus, menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi, stakeholder terkait dan jajaran kementerian haji di daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta Pemerintah Kabupaten Kota yang telah banyak membantu sukses haji 2026 di Sumatera Utara. “Terima kasih kami kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para petugas dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam membantu sukses haji Sumut di tahun pertama terbentuknya kementerian ini,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr H Dahnil Anzar Simanjuntak dalam Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta tersebut menyampaikan motivasi dan arahan kepada pejabat Kementerian Haji daerah seluruh Indonesia.
Pengarahan dan Motivasi bertajuk “Bekerja Profesional, Efektif, dan Amanah demi Kemabruran dan Kemaslahatan Jemaah Haji”.
Dahnil menyampaikan, transformasi penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh penyempurnaan sistem dan regulasi, tetapi juga oleh perubahan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas serta mengutamakan kepentingan jemaah.
Ia menegaskan bahwa transformasi Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya sebatas perubahan kelembagaan, tetapi juga harus tercermin dalam pola pikir, budaya kerja, serta komitmen seluruh insan Kemenhaj untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi jemaah.
“Kemenhaj harus benar-benar berwajah baru. Mari kita mulai tradisi baru dan budaya kerja baru yang lebih baik. Walaupun kita berasal dari institusi yang berbeda, tujuan kita hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia,” ujarnya.
Menurut Dahnil, wajah baru Kemenhaj harus dibangun di atas fondasi integritas. Amanah yang diberikan kepada Kementerian Haji dan Umrah untuk mengelola penyelenggaraan ibadah haji merupakan kepercayaan besar yang harus dijaga bersama melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia menegaskan, seluruh proses penyelenggaraan haji harus dilaksanakan secara terbuka dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai kepercayaan publik.
“Kalau ada KBIHU, travel, atau siapa pun yang menjadikan jemaah sebagai komoditas, maka itu akan menjadi perhatian serius kita. Tugas kita adalah memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” tegasnya.
Dahnil juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan jemaah. Menurutnya, setiap kebijakan dan pelayanan harus selalu menempatkan kepentingan jemaah sebagai prioritas utama.
Sebagai bagian dari transformasi pelayanan, Dahnil mendorong penerapan konsep One Stop Service agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah, terintegrasi, dan efisien.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji harus dibangun melalui perencanaan yang matang pada setiap tahapan, mulai dari penyusunan kebijakan, penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), pengadaan layanan, rekrutmen petugas, pembinaan dan manasik jemaah, proses pemvisaan, pemberangkatan, operasional di Tanah Suci, hingga evaluasi sebagai dasar penyempurnaan penyelenggaraan haji pada musim berikutnya.
Menurutnya, seluruh tahapan tersebut merupakan satu siklus pelayanan yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. “Ketika perencanaan dilakukan dengan baik, maka seluruh tahapan penyelenggaraan juga akan berjalan dengan baik. Karena itu, evaluasi hari ini adalah bagian penting untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin berkualitas pada musim haji berikutnya,” tutup Wamenhaj Dahnil AS.
