Dugaan Pembunuhan Dilokasi Tambang Kilo 2 Hutabargot Dilaporkan Ke Polres Madina

sentralberita | Madina ~ Dugaan pembunuhan di lokasi tambang ilegal kilometer dua (kilo) 2 kecamatan Hutabargot dilaporkan ke Satuan Reskrim Polres Mandailing Natal ( Madina).

” Iya benar pak, tadi saya baru saja membuat laporan pengaduan di Reskrim Polres Madina terkait dugaan pembunuhan yang dialami suami saya”, ujar istri korban di dampingi kuasa hukumnya Solahuddin Hasibuan,Kamis sore (21/5/2026).

Laporan Polisi ( LP) tersebut tercatat dalam no. LP/B/214/2026/SPKT/Polres Mandailing Natal dan diterima oleh Aiptu Panangaran Harahap.

Menurut istri korban atau pelapor RPY, ia dan keluarga besarnya sejak peristiwa meninggalnya suaminya dua bulan lalu, sudah menaruh kecurigaan besar atas penyebab kematiannya.

” Apalagi ada pengakuan dari petugas yang memandikan jenazahnya saat itu belakangan menyebutkan terdapat sayatan di pergelangan urat nadi suami saya di kedua tangannya, bahkan di telapak tangannya ada lobang”, ucap RPY.

Baca Juga :  Fakhruddin Mundur Karena Rangkap Jabatan,BPD Sibaruang Lakukan Penjaringan Calon Sekdes

Sementara kuasa hukum korban, Solahuddin Hasibuan mengungkapkan,pihaknya sudah mengantongi bukti kuat maupun saksi yang mengetahui dengan jelas peristiwa maut tersebut.

Karena itu pihaknya mendorong Satreskrim Polres Madina agar segera menuntaskan kasus yang berupaya disembunyikan itu.

” Ini soal nyawa anak manusia, hukum harus ditegakkan, dan siapa saja pun yang terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan di lobang maut tambang Hutabargot itu harus dibuka secara transparan, mereka harus diseret ke meja hukum”, ucap Solah.

Dikatakan Solah, awalnya kasus tersebut disetting seolah – olah almarhum suami kliennya adalah korban tertimbun tanah longsor di dalam salah satu lobang tambang kilometer 2 Hutabargot.

Namun belakangan muncul pengakuan dari sejumlah orang yang mengaku tau persis peristiwa sadis itu.

Baca Juga :  Nyaris Dihakimi Massa,Terduga Pelaku Pembunuhan Gadis Remaja di Natal Ditangkap

Pihaknya juga kata Solah telah siap bila nantinya kuburan almarhum terpaksa dibongkar untuk kepentingan autopsi untuk mencari alat bukti.

“Karena ini peristiwa besar dan tergolong sangat kejam, kami minta Kapolres Madina turun tangan dan mengusut tuntas kasus tersebut”, pungkasnya.( FS)

-->