Wasiat Tanah Rantau

​Karya: Rizal 4G|sentralberita~​Wahai musafir yang baru menapak kaki,
Dengarlah bisikan bumi yang kau pijak ini.

Kau datang membawa mimpi di dalam dada,
Maka hiasilah langkahmu dengan mulia.

​Perbanyaklah sujud di keheningan malam,
Biar ibadahmu menjadi suluh yang mendalam.

Sebab di tanah baru, badai kerap menerpa,
Hanya pada-Nya, jiwa kan tetap terjaga.

​Bekerjalah, penuhilah harkat hidupmu,
Bukan tuk pamer, tapi demi tegaknya tiangmu.

Namun ingat, jangan mengurung diri dalam sepi,
Bermasyarakatlah, rengkuh tetangga kanan dan kiri.

Sebab manusia merajut martabatnya,
Lewat budi pekerti dan tegur sapa.

​Jika ingin selamat dari perihnya penyesalan,
Tinggalkan yang sia-sia, buanglah beban.

Untuk apa asap rokok terus kau genggam?
Bakar uangmu, sedang paru-parumu menghitam.

Baca Juga :  “Setelah Air Naik"

Jika kepulan itu masih sulit kau hentikan,
Maka belajarlah untuk selalu berkurban;
Tebas ego, gantikan dengan kebaikan yang nyata.

​Untuk apa cangkir kopi kau tatap sampai larut?
Di warung remang, waktu senggangmu larut.

Nongkrong berjam-jam hingga malam terkikis,
Sedang jatah usia di bumi kian menipis.

​Bangunlah dari kantuk, tataplah cermin diri,
Sadarilah siapa kita, dan di mana kita berdiri.

Kita hanyalah hamba, perantau di dunia fana,
Diciptakan bukan untuk kalah oleh hura-hura.

​Ingatlah tugas agung dari Sang Pencipta,
Pulang membawa takwa, bukan sekadar cerita.

-->