Alfi Siswa MAN Taput Menembus Hukum USU di Tengah Perjuangan Merawat Ayah dan Menjaga Warung

sentralberita|Medan~Peanornor (Humas). Kabar itu datang perlahan, tanpa gemuruh, menyelinap bak oase di tengah gurun. Alfi, seorang murid yang serba bisa, yang menapaki masa depan melalui pendidikan di tengah perjuangan dan keteguhan kondisi keluarganya.

Remaja tekun dengan senyum sederhana, bernama lengkap Khairun Alfi Panggabean, berhasil lulus SNBP 2026 pada Program Studi Hukum di Universitas Sumatera Utara (USU) yang diumumkan akhir Maret lalu dan diterima sebagai calon penerima KIP-K.

Ini adalah impian yang Ia perjuangkan sebagai bagian dari cita-cita masa depannya. Di balik capaian tersebut, ia terus berjuang menjaga semangat belajar dan cita-cita masa depan di tengah tanggung jawab dan kondisi keluarga yang tidak mudah.

Kepala Madrasah, Nikmatul Hijrah Gultom, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian Alfi yang dinilai sebagai murid berdaya saing dalam ekosistem pendidikan madrasah yang holistik. Murid yang unggul di bidang akademik sebagai juara kelas serta Juara OMI tingkat kabupaten pada mata pelajaran Matematika. Tekun dalam kegiatan keagamaan dengan peran sebagai khatib Jumat, khatib pada hari-hari besar Islam, imam masjid, serta peraih prestasi dalam lomba-lomba keagamaan di tingkat daerah.

Tampil sebagai figur pemimpin, Ia juga Danton Paskibraka tingkat Kabupaten dengan suara yang lantang dan berwibawa serta aktif dan unggul dalam kegiatan pramuka. selain itu. Beliau menegaskan, capaian tersebut menunjukkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual dan kepemimpinan yang dimilikinya menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri secara optimal.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gerak Cepat Dukung Penanganan Bencana di Tapanuli Utara

Murid yang kerap kali belajar usai sholat magrib hingga 22.00 WIB ini, manfaatkan malam untuk membaca atau menonton materi yang relevan, memahami lebih dalam apa yang benar-benar ingin ia tekuni.

“Saya akan tetap meluangkan waktu untuk hal-hal yang saya cintai, terutama dalam mempelajari ilmu hukum dan agama.” tuturnya. Sepulang dari madrasah, saya membantu orang tua, menjaga warung sampai mengerjakan pekerjaan rumah,” ujarnya menambahkan.

Baginya, kesibukan tersebut bukan beban, melainkan bentuk bakti nyata untuk membantu menopang kebutuhannya bersama keluarga. Mengungkap bahwa proses panjang yang membentuk dirinya menjadi lebih tangguh.

Lumban Siagian, Taput, menjadi tempat Alfi tumbuh, tinggal dan dibesarkan di lingkungan dengan mayoritas masyarakat non-Muslim yang justru menguatkan konsistensi serta kedewasaan spiritualnya. Bagi dirinya, masjid bukan hanya tempat ibadah tetapi juga ruang belajar yang membentuk kedisiplinan, keberanian dan kepemimpinan.

Langkah yang tegas itu, rupanya menyimpan realitas kehidupan yang diam-diam menempa keteguhannya sejak dini. Jejak waktu membawa perubahan yang tidak selalu mudah diterima, ia harus merelakan kepergian sosok ibu tercinta pada September tahun lalu, sementara sejak 2022, sang ayah menjalani hari-hari dalam keterbatasan akibat stroke yang memerlukan perhatian dan perawatan.

Baca Juga :  Ketua MWA Agus Andrianto Tinjau Asrama Putra dan Pembangunan Gedung UMKM USU

“Ibu saya adalah orang yang sangat baik dan kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi saya,” tuturnya pelan, seolah menyimpan banyak kenangan dalam kata-kata yang sederhana di tengah keadaan yang terasa sudah berbeda.

Ia tidak berhenti melangkah, melainkan belajar memahami bahwa hidup tetap harus dijalani dengan cara yang lebih kuat. “Sekarang saya dan keluarga harus saling menguatkan dan menjaga ayah,” lanjutnya, menghadirkan keteguhan yang tidak banyak disuarakan.

Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan Alfi yang tidak pernah merasa berjalan sendiri. Kakaknya yang bekerja sebagai guru honor serta abang yang senantiasa hadir memberi semangat dan penguatan, menjadi sumber kekuatan di setiap langkah perjuangannya, membantu menopang perekonomian keluarga. Sementara neneknya kerap mendukung dengan pemberian yang selalu ia ungkapkan dengan cukup.

“Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan kepada Kepala Madrasah, seluruh guru saya, orang tua dan keluarga juga teman, saya yang hari ini adalah hasil dari cinta orang tua, doa keluarga, bimbingan guru dan proses belajar di madrasah serta dukungan teman,” ungkapnya saat ditemui. Sembari meminta doa agar perjuangan ini membawa manfaat yang lebih luas di masa depan serta mengharumkan nama MAN Tapanuli Utara. (HN)

-->