Dekranasda Sumut Gandeng Bank Indonesia, Kahiyang Ayu Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

sentralberita | Medan ~ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut), Kahiyang Ayu, menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, termasuk di Sumut. Karena itu, dukungan terhadap UMKM perlu dilakukan secara maksimal, mulai dari permodalan, peningkatan kualitas produk, hingga promosi dan pemasaran.

Hal tersebut disampaikan Kahiyang Ayu saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Rudy Brando Hutabarat, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (14/4/2026).

Menurut Kahiyang, untuk mendorong UMKM naik kelas dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang bagi UMKM dalam meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas daya saing, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga internasional.

Baca Juga :  Jambore Kader PKK se-Sumut 2025 Siap Digelar, Perkuat Semangat Kolaborasi dan Inovasi Kader

“Kami berharap adanya kolaborasi yang berkelanjutan. Bank Indonesia sebagai mitra strategis juga diharapkan dapat terus memberikan dukungan melalui berbagai program pembinaan, digitalisasi UMKM, serta fasilitasi akses ke pasar yang lebih luas,” ujar Kahiyang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menyampaikan bahwa program “UMKM Naik Kelas” merupakan langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha menjadi lebih profesional dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, mulai dari ritel modern hingga ekspor.

Selain itu, BI juga terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui pembinaan UMKM, di antaranya lewat pelatihan, digitalisasi, serta promosi dengan membantu memperkenalkan produk UMKM dalam berbagai pameran dan event.

Baca Juga :  Wabup Sergai Buka Supervisi TP PKK Sumut 2026, Tekankan Sinergi dan Peningkatan Program

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menegaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah UMKM, tetapi juga pada peningkatan kualitas, daya saing, serta keberlanjutan usaha, sehingga UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan nasional. **(01/red)

-->