Anggaran Pilkades 2023 Tipis, Kadis PMD Madina Sebut Panitia Harus Ketatkan Ikat Pinggang
Kadis Pemerintahan Masyarakat Desa)Kabupaten Mandailing Natal Ahmad Meinul Lubis
sentralberita | Madina ~ Sejumlah persoalan mewarnai pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa ( Pilkades) 2023 di Kabupaten Mandailing Natal, salah satunya menyangkut minimnya anggaran yang tersedia, karena Pemkab Madina melalui Kadis PMD mengajak panitia agar bersabar dan mengetatkan ikat pinggang.
“Terkait anggaran dan honor panitia, kita semua sama – sama maklum, karena itu kami mengajak agar kita semua mengetatkan ikat pinggang, sehingga pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2023 di Madina berjalan dengan lancar dan kondusif”, ujar Kadis Pemerintahan Masyarakat Desa ( PMD) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Ahmad Meinul Lubis usai mengikuti sosialisasi dan deklarasi damai Pilkades Madina 2023 di gedung serbaguna H. Amru Daulay di Panyabungan, Senin (7/8).
Meinul mengakui, revisi peraturan bupati ( perbup) memberikan kewenangan yang begitu besar kepada panitia Pilkades Kecamatan maupun Desa agar dapat melaksanakan seluruh tahapan dengan baik dan bertanggungjawab.
Menjawab wartawan, adanya sejumlah keluhan terkait honor yang dinilai sangat minim sedangkan tanggungjawab kepanitiaan pilkades yang begitu besar, menurutnya itulah fakta yang ada saat ini.
“Kita semua harus maklum, inilah yang ada, tapi dengan yang ada ini kita harus dapat mensukseskan pilkades ini, karena ini amanat undang – undang untuk kemashlahatan bersama”, ucap Meinul.
Sedang terkait pertanyaan apakah revisi perbup pilkades tahun 2023,adalah bentuk lepas tangan dari Pemkab sehingga seluruh kewenangan diserahkan ke panitia kecamatan dan desa, menurut Meinul Pemkab tetap bertanggungjawab, namun soal pelaksanaan teknis di lapangan, pihak panitia didorong agar bekerja serius dan tuntas, sehingga ada rasa tanggungjawab terhadap desa masing-masing.
“Kita bukan lepas tanggungjawab, kita ingin panitia ini bekerja dengan serius dan bertanggungjawab, karena pada dasarnya mereka lebih mengetahui persoalan di desanya”, jelas Meinul.
Acara sosialisasi dan deklarasi damai bakal calon kepala desa di 265 desa se kecamatan Madina tersebut berjalan lancar. peserta tampak antusias mengikuti sesi pertama sesi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait persoalan yang ada di wilayah masing – masing.
Turut hadir dari unsur Forkopimda, seperti Kapolre, Kajari, Ketua DPRD dan Dandim 0212/TS.(FS)
