Mahasiswa Lintas Iman Perkuat Kolaborasi di National Youth Interfaith Leadership Forum Sumut 2026

sentralberita | Medan ~Semangat kolaborasi lintas iman dan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup mewarnai pelaksanaan *NATIONAL YOUTH INTERFAITH LEADERSHIP FORUM SUMATERA UTARA 2026* yang mengusung tema “Sinergi Inklusif Ekospiritual Mahasiswa”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 Mei 2026 di Aula Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dan diikuti oleh 34 peserta dari berbagai latar belakang organisasi, kampus, dan komunitas lintas iman.

Forum ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Hasyimsya Nasution selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara. Kehadiran berbagai tokoh dan pemuda lintas iaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ruang dialog, toleransi, serta kepedulian bersama terhadap isu lingkungan hidup dan keberagaman.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hasyimsya Nasution menegaskan pentingnya menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat manusia, tanpa memandang perbedaan keyakinan dan latar belakang agama.

Baca Juga :  Tingkatkan Iman Dan Taqwa Untuk Dukung Pelaksanaan Tugas Yang Humanis Polres Pakpak Bharat Laksanakan Binrohtal.

“Keyakinan tidak bisa kita diskusikan untuk dipersatukan, tetapi soal alam bisa kita jaga bersama. Kepentingan lintas agama yang sama adalah menjaga alam dan kemanusiaan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai hubungan antara spiritualitas dan tanggung jawab ekologis. Para peserta diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral lintas iman.

Focal Point SMILE ECOBHINNEKA MUHAMMADIYAH, Tamara Rizky, menyampaikan bahwa forum ini diharpkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan bagi mahasiswa lintas iman di Sumatera Utara.
“Ecobhineka merupakan wadah penguatan lintas iman yang mendorong kolaborasi antaragama dalam menciptakan ruang dialog, keberanian, dan aksi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons persoalan sosial, lingkungan, serta keterlibatan aktif perempuan dan kelompok difabel,” katanya.

Baca Juga :  Kanwil Kemenagsu Gelar Buka Puasa Bersama dan Serahkan 200 Paket Ramadan

Kegiatan berlangsung melalui rangkaian Seminar, Talk Show, dan Dialog Interaktif dengan menghadirkan berbagai pemateri dalam satu forum dan pembahasan yang sama demi mewujudkan ruang yang ecofeminist, inklusif, serta mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya merawat keberagaman, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.01/red

-->