Diduga Ketua Ormas Aniaya Pekerja RSUD Parapat, Korban Lapor ke Polisi

sentralberitq | Parapat ~ Seorang pekerja di RSUD Parapat bernama Musil Saragih mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial LT yang disebut sebagai Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) PAC PP Girsang Sipanganbolon. Peristiwa tersebut terjadi di halaman RSUD Parapat pada Selasa (2/6/2026) malam.

Menurut keterangan korban, insiden bermula saat sebuah truk pengangkut barang menurunkan obat-obatan di RSUD Parapat. Saat itu, Musil Saragih yang bertugas sebagai kepala buruh berdiri di gerbang rumah sakit.

Korban menuturkan, LT bersama seorang rekannya tiba-tiba datang menghampirinya dan meminta uang bongkar muat SPSI terkait aktivitas truk tersebut.

“Dia tiba-tiba datang dan meminta uang bongkar muat SPSI sama saya, padahal tidak ada hubungan saya dengan truk itu,” ujar Musil kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Penuhi Kajian Unesco Geopark Caldera Toba Gelar Seminar Konferensi Pariwisata Internasional Pertama

Musil mengaku tidak mengenal pengemudi maupun pemilik truk yang sedang menurunkan barang tersebut.

“Dia meminta uang kepada saya, padahal saya tidak kenal pengemudi dan pemilik truk itu,” lanjutnya.

Korban mengaku terkejut dengan permintaan tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan yang dimaksud. Namun, menurut pengakuannya, LT tetap mendesak dan memaksa agar uang tersebut diberikan.

Karena tidak memenuhi permintaan itu, korban mengaku kemudian menjadi sasaran pemukulan.

“Karena tidak saya ladeni, dia langsung memukul saya bersama temannya,” kata Musil.

Musil menjelaskan bahwa meski sempat dilerai oleh seorang anggota TNI yang kebetulan sedang berobat di RSUD Parapat, pelaku disebut tidak menghiraukannya dan terus mengejar korban untuk mengajak berduel.

Baca Juga :  Candrow Manurung: HUT Ajibata ke-23 Bukan Sekadar Pesta, Tapi Komitmen Melestarikan Budaya

“Hampir satu jam lamanya dia mengejar saya. Akhirnya personel Polsek Girsang Sipanganbolon datang dan melerai, walaupun saat itu dia tidak langsung berhenti mengejar dan memukul saya,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Musil mengaku telah membuat laporan resmi ke Polsek Girsang Sipanganbolon. Laporan itu disebut telah diterima oleh Bripka Adi Sinaga untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak LT maupun pengurus PAC PP Girsang Sipanganbolon belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian masih dimintai konfirmasi mengenai penanganan laporan yang disampaikan korban.01/red

-->