Siswa MAN 1 Madina Borong Dua Medali Emas di Ajang Internasional WYIE 2026 Malaysia
sentralberita | Mandailing Natal ~ Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa-siswi MAN 1 Mandailing Natal (Madina) di tingkat internasional. Pada ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition 2026 yang berlangsung pada 18–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre, dua tim riset MAN 1 Mandailing Natal sukses meraih dua medali emas melalui inovasi berbasis bahan alami dan ramah lingkungan.
Kompetisi internasional yang diselenggarakan di Kota Kuala Lumpur tersebut merupakan salah satu ajang inovasi dan penelitian terbesar yang mempertemukan para inovator muda, pelajar, mahasiswa, akademisi, serta peneliti dari berbagai negara. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mempresentasikan hasil riset dan inovasi terbaik mereka di hadapan dewan juri internasional.
MAN 1 Mandailing Natal tampil membanggakan dengan mengirimkan dua tim riset terbaik yang berhasil menunjukkan kualitas dan kreativitas luar biasa. Kedua tim mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara dan berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia.
Tim pertama bernama DEOFRESH berhasil meraih medali emas melalui inovasi deodorant alami berbahan dasar daun bidara dan daun senggani. Produk tersebut dibuat sebagai alternatif deodorant herbal yang aman digunakan, ramah lingkungan, serta memanfaatkan potensi tanaman lokal yang memiliki manfaat antibakteri alami.
Tim DEOFRESH dibimbing oleh Lili Purnama, S.E., M.E. dengan anggota tim Alif Pratama (XI-I), Intan Rahmadani (XI-F), Rasti Setiawan Lubis (X-F), Natasya Ramadhani Maharani Nst (X-D), Aisah (X-F), Izzatul Jinan (X-B), dan Niswatul Mufidah Lubis (X-F).
Sementara itu, tim kedua bernama MOCHA juga sukses meraih medali emas melalui inovasi sabun kertas berbahan ampas kopi. Inovasi ini dinilai unik karena memanfaatkan limbah ampas kopi menjadi produk higienis yang praktis, ekonomis, dan memiliki nilai guna tinggi. Selain itu, produk tersebut juga mendukung pengurangan limbah organik sehingga memiliki nilai tambah dalam aspek keberlanjutan lingkungan.
Tim MOCHA dibimbing oleh Wahyu Alim, S. Pd. dengan anggota tim Riana Sari Lubis (XI-F), Ummi Kalsum Hanafi (XI-L), Arisah Nabila (X-F), Rizqi Aliyah Rangkuti (X-F), Wafa Azzahro (X-G), Asnah Aulia Urohmah (X-F), dan Rafa Ibrahim Kamal Siregar (X-G).
Keberhasilan kedua tim ini tidak terlepas dari kerja keras para siswa, bimbingan guru, serta dukungan penuh dari pihak madrasah dalam mengembangkan budaya riset dan inovasi di lingkungan pendidikan. Selama proses persiapan, para peserta melakukan berbagai tahapan penelitian mulai dari pengumpulan data, pengujian produk, penyempurnaan desain, hingga presentasi ilmiah berstandar internasional.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi inovatif yang siap bersaing di tingkat global. Inovasi yang dihasilkan siswa MAN 1 Mandailing Natal juga menunjukkan kepedulian terhadap pemanfaatan bahan alami lokal dan isu lingkungan berkelanjutan.
Kepala MAN 1 Mandailing Natal, Hajjah Salbiah, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian luar biasa tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi internasional yang diraih siswa-siswi MAN 1 Mandailing Natal. Dua medali emas ini menjadi bukti nyata bahwa peserta didik madrasah mampu bersaing di level dunia melalui inovasi dan penelitian. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik madrasah serta Indonesia di tingkat internasional,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi dan membina siswa dengan penuh dedikasi hingga mampu meraih prestasi membanggakan di ajang internasional tersebut.
Dengan raihan dua medali emas pada WYIE 2026, MAN 1 Mandailing Natal kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah riset yang terus mendorong lahirnya generasi unggul, kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.01/red
