Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional

sentralberita|Cilegon – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat transformasi operasional melalui peningkatan utilisasi produksi dan program efisiensi terintegrasi guna menjaga daya saing industri baja nasional di tengah tekanan produk impor.

Direktur Infrastruktur & Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan bahwa peningkatan produksi Hot Rolled Coil (HRC) dinilai cukup realistis seiring kesiapan operasional fasilitas Hot Strip Mill (HSM) serta penguatan utilisasi produksi yang terus berjalan.

“Capaian produksi yang terus menunjukkan tren positif menjadi indikator bahwa penguatan operasional dan peningkatan kinerja pabrik berjalan efektif,” ujar Sidik.

Penguatan Produksi dan Reliability Operasi

Untuk menjaga konsistensi produksi, Krakatau Steel Group menjalankan sejumlah strategi utama, antara lain memastikan ketersediaan pasokan bahan baku melalui kerja sama berkelanjutan dengan para pemasok dan produsen.
Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) melalui penguatan reliability peralatan, efisiensi operasional, dan pengurangan downtime produksi guna menjaga stabilitas operasi dan produktivitas pabrik.

Menurut Sidik, peningkatan utilisasi pabrik menjadi salah satu faktor penting dalam menekan biaya produksi per unit sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri baja yang semakin kompetitif.

Baca Juga :  Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Program Efisiensi Terintegrasi Krakatau Steel Group juga menjalankan berbagai inisiatif efisiensi secara menyeluruh melalui optimalisasi inventory, efisiensi energi, penguatan strategi maintenance, renegosiasi kontrak energi dan utilitas, hingga perombakan struktur organisasi yang lebih ramping dan fleksibel.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan operasi yang lebih stabil, efisien, dan adaptif tanpa mengorbankan kualitas produk.

“Kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan agar biaya produksi semakin kompetitif, namun tetap menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” tambah Sidik.

Mendukung Ketahanan Industri Nasional

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa penguatan operasional dan efisiensi yang dijalankan perusahaan sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat industrialisasi nasional, ketahanan ekonomi, dan hilirisasi industri strategis.

Menurutnya, industri baja memiliki peran penting sebagai fondasi pembangunan nasional dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.

“Transformasi operasional yang dijalankan Krakatau Steel merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun industri baja nasional yang semakin efisien, berdaya saing, dan mampu menjadi fondasi pertumbuhan industri nasional ke depan,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  Agen Medan Nyatakan Tidak Sanggup Layani Nasabah
About Krakatau Steel Tbk
Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.
Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
-->