Pemantapan dan Pembekalan Petugas Haji, Karu dan Karom Kloter 11

sentralberita|Medan~Agar pelaksanaan ibadah haji di tanah suci berjalan lancar, maka pemantapan dan pembekalan bagi Petugas Haji, Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) penting di pahami, sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi berbagai hal-hal yang menganggu proses ibadah haji.

Pembekalan dan pemantapan Petugas Haji, Karu dan Karom di Kloter 11, berlangsung di Asrama Haji Medan, Minggu (3/5/2026). Pembekalan dan pemantapan bagi para petugas haji yang bertugas membantu para jemaah haji ketika berada di tanah suci.
Tujuan pembekalan ini penting dilakukan, agar seluruh jemaah haji memiliki pengertian dan pemahaman tentang situasi di tanah suci.

Prof Dr H. Nispul Khoiri, M.Ag dalam paparannya dihadapan para petugas haji, Karu dan Karom, dikatakan bahwa petugas haji, dan lingkaran yang terlibat dalam proses ibadah ini, memiliki tugas mulia, disamping dia bagian dari tamu Allah (dhuyufurahman), sebab mengurus haji merupakan persoalan kemaslahatan, dalam konteks maqasid syariah, tugas para pelayan haji itu penting dan mulia.

“Kepada para petugas haji, Karu dan Karom, pertama tanamkan rasa syukur kepada Allah karena sudah dipilih sebagai tamu Allah, sebab tidak semua diundang sebagai tamu Allah,. walaupun mereka sehat dan berkemampuan cukup, maka
tugas ini jangan jadikan beban, penguatan keikhlasan sebagai menguatkan pelayan tamu Allah,”ujar Prof Nispul.

Baca Juga :  Kisah Guru Mahmudin Nyalakan Cahaya Iman Warga Pedesaan

Konsep fiqh dalam bab Maqasbid Syariah mewujudkan kemaslahatan, kebaikan, dan kedamaian umat manusia di dunia dan akhirat. Dan para petugas haji ini pada hakikatnya sudah menjalankan tugasnya bagi kemaslahatan dan ini merupakan konsep Ilahiah.

“Prinsip Maqasbid Syariah jika dijalankan secara baik, maka yakinlah apresiasi Tuhan itu akan turun dan itu jaminannya surga, jika tugas itu dijalankan secara konsisten, ikhlas dan Allah juga memberikan ruang kebaikan kepada para petugas haji, maka gunakan momentum haji ini sebagai investasi akhirat,”ujar Guru Besar UIN SU.

Disamping itu ditegaskan mantan Wakil Rektor III UIN SU ini, bahwa kesuksesan Haji Nasional semua bertumpu pada peran Karu Karom dan petugas haji itu didalam melaksanakan tugasnya.

Narasumber lainnya Prof Dr H. Hasrat Samosir,. MA juga mengingatkan, betapa pentingnya menjaga soliditas dan kekompakan dalam Kloter, sehingga terbangun sinergitas yang baik, untuk itu pola komunikasi antara Petugas Haji, Karu dan Karom lebih di kuatkan.

Baca Juga :  Bacakan Doa HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Kakanwil Kemenagsu Harapkan Indonesia Jadi Bangsa Maju dan Mandiri

“Soliditas tim di Kloter 11 ini perlu diperkuat, koordinasi dan komunikasi penting, sehingga seluruh rangkaian proses haji selama di tanah suci akan berjalan baik.
Amanah bagi Petugas Haji Karu dan Karom merupakan tugas mulia yang di percayakan negara untuk mengurus dan melayani jemaah haji dhuyufurahman, untuk itu jaga baik-baik kepercayaan ini dengan penuh tanggungjawab,”tegas Prof Hasrat.

Wakil Dekan I FKM UIN SU ini terus mengingatkan dan menyampaikan agar seluruh petugas haji di Kloter 11 ini luruskan niat beribadah kepada Allah sekaligus penerima amanat negara untuk membantu dan melayani tamu Allah lainnya.

“Untuk itu pertama dan yang paling utama, luruskan niat berhaji ini sebagai ibadah dan bentuk kepatuhan serta ketaqwaan kepada Allah SWT, berikutnya fokus ibadah, melayani jemaah dan kurangi aktifitas bermain media sosial saat dalam bertugas bertugas,”terang tokoh Organisasi Islam Muhammadiyah Sumatera Utara ini.

Kelompok Terbang (Kloter) 11 di pimpin Fadli Gea, sebagai Ketua Kloter kemudian di bantu petugas haji, Karu dan Karom berjumlah 51 orang, yang terdiri dari Pembimbing Ibadah, Tim Dokter dan Perawat.

-->