Dugaan Pencemaran Sungai Bahilang oleh PTPN III Gunung Para, Warga Sergai Keluhkan Gangguan Kesehatan

sentralberita | Serdang Bedagai ~ Dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kali ini, warga menyoroti aktivitas PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Gunung Para yang diduga membuang limbah ke aliran Sungai Bahilang.

Isu tersebut mencuat setelah sejumlah warga di sekitar Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan, mengaku mengalami gangguan kesehatan berupa gatal-gatal pada kulit dalam beberapa waktu terakhir. Keluhan ini disebut mulai dirasakan sejak kondisi air sungai diduga berubah.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sebelumnya masyarakat tidak pernah mengalami keluhan apa-apa, meskipun masyarakat sering beraktivitas di sungai telah berlangsung cukup lama.

“Kami menduga kuat penyakit gatal-gatal ini akibat air Sungai Bahilang. Dulu kami sering ke sungai dan tidak pernah seperti ini. Tapi sekarang setelah ada dugaan limbah mengalir ke sana, banyak warga mulai merasakan dampaknya,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga :  Pemkab Sergai dan DPRD Sahkan Dua Ranperda Penting, Tegaskan Komitmen Tata Kelola yang Transparan

Menurut warga, Sungai Bahilang selama ini menjadi salah satu sumber utama aktivitas masyarakat, mulai dari mandi hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.

Namun, sejak muncul dugaan pencemaran, kekhawatiran mulai meningkat, terutama terkait dampak kesehatan jangka panjang.

Sebagai langkah awal, warga telah mengambil sampel air sungai untuk diserahkan kepada instansi terkait guna dilakukan uji laboratorium. Mereka berharap pemerintah dapat segera melakukan pemeriksaan menyeluruh agar penyebab pasti dari kondisi tersebut dapat diketahui.

“Kami sudah ambil sampel air untuk dibawa ke dinas lingkungan hidup. Harapannya bisa segera diuji agar jelas apakah ini benar karena limbah atau bukan,” tambah warga tersebut.

Warga juga mengkhawatirkan dampak yang lebih luas apabila persoalan ini tidak segera ditangani, khususnya terhadap anak-anak yang kerap bermain di sekitar aliran sungai.

Baca Juga :  Polres Sergai Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026, Libatkan Lintas Instansi

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Perkebunan Nusantara III Kebun Gunung Para belum memberikan tanggapan resmi. Manajer kebun, B. Akbar, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat belum merespons.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang Bedagai, Reza Firmansyah, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Besok kami bersama tim lingkungan hidup akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujarnya singkat.

Pemerintah daerah diharapkan dapat bergerak cepat melakukan investigasi serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman bagi masyarakat. Selain itu, transparansi hasil uji laboratorium dinilai penting guna memberikan kepastian dan mencegah keresahan yang lebih luas di tengah warga. (SB/ARD)

-->