Ingin Memberdayakan Pelaku UMKM di FKMI

Muhasabah Akhir Tahun dan Pameran FKMI, Jumat ( 31 Desember 2021 ) di Amaliun Food Court.(f-debi)

sentralberita| Medan ~ Forum Komunikasi Muslimah Indonesia ( FKMI ), adalah salah satu komunitas yang memadukan antara kegiatan Islami & niaga.

” Awal terbentuknya FKMI ini didasari oleh adanya naluri saya dan beberapa pendiri yang lain. Untuk lebih memajukan kaum perempuan, bukan hanya untuk menambah ilmu agama tapi juga bisa menambah income para ibu-ibu yang tergabung di FKMI,” kata Ketua FKMI, Hj Revita Lubis diselah-selah acara Muhasabah Akhir Tahun dan Pameran FKMI, Jumat ( 31 Desember 2021 ) di Amaliun Food Court.

Menurut Revi, dulunya setelah Pengajian dan arisan lalu bubar dan tak ada lagi yang bisa dilakukan.

” Itulah yang membuat terketuk hati saya untuk lebih memajukan para UMKM yang tergabung di FKMI ini,” ujar Revi, demikian perempuan ini disapa sehari-hari.

Menurut Revi, sejak awalnya FKMI berdiri 15 Aprip 2014, dari puluhan orang membersnya sekarang sudah memiliki seribu members.

Semakin banyaknya members FKMI sehingga seluruh program yang dicanangkan dapat disosialisasikan dan direalisasikan dengan baik.

” Khususnya dalam hal pemberdayaan umat Islam, penguatan ekonomi dan sosial serta penyebaran dakwah dan syiar hingga ke pelosok daerah terpencil,” aku Revi.

Baca Juga :  Sambut Kunjungan Studi Strategis PPRA LXVI 2024 Lemhanas RI, Pj Gubernur Jelaskan Kondisi Sumut Terkini

Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan di FKMI. Misalnya, ” melakukan kegiatan bansos memberi bantuan paket sembako pada masyarakat yang berhak menerimanya,” ungkap Revi panjang lebar.

Selain itu, kata Revi, members FKMI juga sudah dilatih sebagai bilal mayit, pelatihan membuat donat, cake dan pelatihan eco print agar members bisa membuat baju kurung, kerudung dan lain-lain.

Perempuan yang juga pernah menjdi WKU 1 di IWAPI Sumut Penasehat IWAPI Medan, pendiri Ipemi Sumut serta Penasehat di IPemi Sumut, Ketua YPAC Medan, Ketua Pertiwi Sumut dan Ketua Perhimpunan boru Lubis,dan aktif di beberapa Pengajian Meda, juga banyak melakukan kegiatan- kegjatan yang bersentuhan dengan masyarakat.

” Saya juga ingin merangkul members FKMI yang terjun di dunia UMKM ( Usaha Micro Kecil Menengah ). Apalagi ada sekitar 210 members di FKMI yang juga pelaku UMKM. Jadi saya ingin memberdayakan pelaku UMKM ini. Kalau bukan kita yang memerhatikan mereka siapa lagi.”

Untuk menjadikan pelaku siap pakai. ” FKMI menjembatani para members untuk membuatkan secara kolektif mulai dari perizinan, PIRT, SOS, lable halal dan lain- lain. Kami juga memberi pengetahuan untuk members tentang marketing, packaging dan penjualan online.”

Baca Juga :  Milad ke-23 MES, Ijeck Harap MES Sumut Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Namun sayangnya, masih ada members yang tidak mau mengurus perizinan ini.

” Alasan mereka tanpa lable izin untuk memenuhi kriteria sebagai pelaku UMKM. Produk mereka sudah laku. Padahal, mengurus perizinan dan sebagainya itu perlu lho. Nanti, saat produk mereka ‘diganjal’ karena belum ada label halal, perizinan dan lain-lain,” tukas istri dari Ketua Kadin Sumut, H Ivan Iskandar Batubara.

Menurut Revi, produk yang dihasilkan para members FKMI rencana ke depan nya akan dibawa ke pameran Nasional atau lebih gampang untuk mendapatkan program bantu Pemerintah akan terganjal karena tidak ada perizinan.

Diselah-selah kegiatan para members FKMI dengan kesibukan masing-masing, FKMI juga mengadakan Pengajian yang diadakan sebulan sekali.

” Untuk Pengajian kami sudah pernah mengundang UAS, Felix Siau, Oki Setiana Dewi & Peggy Melati Sukma serta pernah bekerja sama dengan ACT untuk memberikan tali asih buat anak-anak Palestina. “

” Kami juga sudah memiliki sekitar 100 anak asuh diantaranya anak nelayan dan kami juga mensupport guru ngaji,” ujar Revi menjelaskan siapa saja bisa bergabung di FKMI dengan syarat uang pendaftaran hanya rp 50 ribu untuk sekali seumur hidup.

( Debbi Safinaz )