Kapoldasu Diminta Usut Alih Fungsi Hutan Register di Kawasan Danau Siais, DPRD Tapsel Bentuk Pansus

Suheri Harahap, (SB/F-Dok)

sentralberita| Medan~Kapolda Sumatera Utara Diminta agar turun ke Tapanuli Selatan menuntaskan berbagai persoalan tanah yang selama ini meresahkan masyarakat di Desa Rianiate Kecamatan Angkola Sangkunur khususnya ribuan hektare sekitar Danau Siais.

“Persoalan ini sudah cukup lama dan sulit diberantas adanya alih fungsi hutan register yang sudah ditanam kebun kelapa sawit,”ujar Suheri Harahap, Sekretaris Lembaga Adat Harahap Ompu Sarudak Tapsel, Minggu (12/12/201) kepada sentralberita seraya menduga ada oknum yang memperoleh tanah ini memiliki kekuatan politik sehingga leluasa membuka lahan.

“Ini jelas melanggar hukum dan tidak berkontribusi ke PAD Tapsel, karena itu harus diusut siapa pelaku perambah hutan tanpa izin juga mengancam ekosistem air yang menahan ke Danau Siais sebagai penyangga mestinya ditanam kayu dalam program penghijauan.

Baca Juga :  Gubernur Bobby Nasution Dukung Rencana Pemkab Samosir Bangun Kawasan Pantai Danau Toba

“Kami khawatir, jika lahan register dibiarkan, kedepan akan muncul konflik perebutan lahan kecemburuan antar kelompok dan antar desa. Kami berharap Bapak Kapolda segera turun meninjau lokasi. Kepada DPRD Tapsel kiranya membentuk Pansus lahan hutan register,” harap Suheri menegaskan.

Lembaga Adat Harahap Tapsel mendesak Kapoldasu menginvestigasi lahan-lahan register ini, jangan sampai mengganggu kehidupan masyarakat sekitar dan masa depan Danau Siais termasuk munculnya konflik horizontal akibat mafia tanah, tambahnya.

Kami juga meminta agar program Pertanian di hutan register terutama kelompok tani hutan yang dibentuk diisi oleh warga desa sekitar atau masyarakat yang memiliki historis tanah, bukan modus menguasai tanah dan mendapatkan bantuan pemerintah,

Baca Juga :  Polres Labusel Gelar Apel Operasi Lilin 2025, Siagakan 429 Personel Gabungan Pengamankan Natal dan Tahun 2025

Diungkannya, ada upaya Kepala Desa seperti daerah diatas Danau Siais seperti desa Bukkas memberi ruang untuk penguasaan hutan register tanpa melibatkan masyarakat adat, harus diusut peran kepala desa tersebut.

Sebagai daerah destinasi wisata, menurut Suheri, meminta Bupati Tapanuli Selatan serius dan memperjuangkan kawasan wisata dan pertanian yang saat ini dibutuhkan masyarakat.

Jalan menuju Danau Siais rusak, ada setiap hari truk-truk besar membawa kayu lewat merusak jalan sehingga sangat mengganggu aktifitas warga, tolonglah Pak Bupati perhatikan agar roda ekonomi warga bisa berjalan lancar ditambah lagi ancaman banjir akibat air Danau Siais meluap. Untuk itu harus ada pembersihan Danau serta pengerokan sungai Batang Toru.(SB/01)

-->