Proyek Anggaran DD di Desa Lestari di Duga Mark-Up

sentralberita | Kisaran ~Setelah ditemukan proyek Pembangunan Rabat Beton Dusun III Aek Belu Desa Lestari yang terindikasi dikerjakan tidak sesuai Bestek (RAB) sehingga hasil pekerjaan yang baru berjalan lebih kurang setahun sudah mulai “kupak-kapik”,kali ini kembali ditemukan proyek yang bersumber dari anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2020 yang terindikasi anggarannya di Mark-up.

Data yang berhasil dikumpulkan sentrdlberita.com dari berbagai sumber menyebutkan,indikasi Mark-up anggaran yang diduga sengaja dilakukan oleh oknum Kepala Desa Lestari Kecamatan Buntu Pane tersebut adalah mencakup pengerjaan proyek perkerasan jalan lapen Dusun VIII Kp.Ambar.

Sesuai data yang tertulis di plang proyek,kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Lestari tersebut bervolume 3×170 meter dengan anggaran sebesar Rp.183,451.565,sumber dana berasal dari anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020.

Dari hasil penulusuran sentralberita.com di lokasi,serta informasi dari warga setempat,proyek yang seharusnya di laksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Lestari tersebut diduga didalam pengelolaannya langsung dikerjakan oleh oknum Kepala Desa setempat dengan tujuan untuk mencari keuntungan pribadi.

“Sesuai informasi yang kami terima proyek itu langsung dikerjakan oleh Kepala Desa dan hanya melibatkan orang-orang terdekatnya saja,mungkin pak kades takut terungkap permainannya sehingga tidak ada melibatkan kami sebagai warga setempat.”Ujar warga yang ditemui di lokasi saat sentralberita.com meninjau kondisi badan jalan yang sudah selesai dikerjakan.

Kades kami tidak pernah transparan dalam hal permasalahan Dana Desa, belum lagi anggaran BUMDES yang tidak jelas pengelolaannya.Tutup si Warga.

Sementara itu,pantauan kru sentralberita.com di lapangan,kondisi badan jalan yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan yang lalu sudah mulai tampak “rapuh” di lapisan aspal bagian atas serta samping hal itu disebabkan kurangnya volume campuran serta indikasi adanya “pengurangan” dalam hal lapisan ketebalannya.

“Kalau melihat kondisi badan jalan yang sudah selesai dikerjakan tersebut dengan Volume 3×170 meter dan ketebalan yang ditemukan di lapangan hanya berkisaran lebih kurang 2-3 Cm,kita dapat pastikan kalau proyek perkerasan jalan lapen di dusun VIII Kp.Ambar tersebut adalah proyek di Mark-up.”Ujar Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan dan Pembangunan Asahan (AMPPAS) Bagus Pratama,SE saat dimintai tanggapannya.

Lebih jauh Bagus Pratama menuturkan bahwa dengan anggaran sebesar Rp.183 juta lebih tersebut seharusnya pihak Desa sudah dapat membangun jalan lapisan Hotmix dengan volume ketebalan mencapai 6-8 Cm dan didasar lapisannya mempergunakan Base cause agregat B dan aggregat A sehingga kondisi badan jalan yang ada di desa itu akan lebih kuat.

Sementara itu Kepala Desa Lestari Kecamatan Buntu Pane,Baginda Syarifudin Ritonga ketika dikonfirmasi Via hubungan Celuller,Senin (9/8/2021) tidak mengangkat Handphone miliknya.(SB/ZA).