7 Hari Hilang, Nelayan Langkat Tewas Mengapung di Laut

sentralberita | Langkat ~ Setelah dinyatakan hilang selama 7 hari,  nelayan asal Langkat , Gaparuddin Nasution 55, akhirnya ditemukan mengapung di tengah laut , Perairan Pangkalan Susu Langkat.

Dikutip Jumat (30/7), Jasad Gaparuddin warga Pasar Pompa Lingkungan 7 Kelurah Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) ditemukan oleh nelayan asal Desa Kelantan, Perlis.

Ia mengaku saat arah balik pulang, saat itu dia melihat sosok mayat mengapung di tengah laut dengan kondisi wajah tidak dapat dikenali.

Dari penemuan jasad itu, Perlis langsung menghubunggi keluarga korban dan Sat Polairud Polres Langkat.

Mendapat laporan itu, personil Sat Polairud langsung turun ke lokasi penemuan mayat yang berjarak sekitar 10 mil dari Pakalan Berandan, dengan mengunakan kapal cepat langsung mengevakuasi jasad korban ke Markas Polairud setempat.

Warga sudah memenuhi lokasi sebelum di evakuasi ke atas Markas Polairud, petugas melihatkan jasad Gaparuddin kepada keluarga dan istri agar memastikan jasad nelayan malang itu adalah Gaparuddin yang dilaporkan hilang 7 hari.

Tangis keluarga nelayan pukat terdebut pecah dan petugas Polairud Polres Langkat dan Marinir 8 Tangkahlagan langsung mengevakusai ke mobil ambulans membawa jasad Gaparuddin ke rumah duka.

Kasat Polairud Polres Langkat, Iptu Heri Edianto mengaku, mendapatkan informasi dari nelayan menemukan sosok mayat di daerah perairan Pakalan Susu.

“Mendegar informasi tersebut, kami langsung bergerak mengunakan kapal patroli untuk mengevakuasi mayat nelayan yang sudah dalam keadaan rusak,” katanya.

Saat dilakukan evakuasi dari sampan mesin nelayan terkendal cuaca buruk di tengah laut, sehingga dilakukan pengawalan hingga sampai ke Markas Sat Polairud Polres Langkat.

Sebelumnya, nelayan pukat layang ini dilaporkan sudah 7 hari tenggelam di perairan langkat dan dilakukan pencarian oleh tim gabungan dari Basarnas Sumut, Sat Polairud dan marini 8 Tangkah Lagan.
(si)