Mulai 1 April, Bandara Kualanamu Terapkan Layanan GeNose Cegah Covid

senttalberita | Jakarta ~ Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 
mengumumkan penumpang pesawat bisa menggunakan layanan GeNose 
mulai 1 April 2021. Tapi, layanan ini baru berlaku di empat bandara saja.

Bandara tersebut, yaitu Bandar Udara Internasional Kualanamu di Medan, Bandar Udara di Bandung, Bandar Udara di Yogyakarta, dan Bandar Udara di Surabaya. Sementara Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta di Banten yang menjadi bandara utama Indonesia belum memberikan layanan GeNose.

“1 April akan mulai di sektor udara dan kita juga akan lakukan bertahap. Pertama kali kami akan lakukan di empat bandara, bukan di Soekarno Hatta,” kata Budi Karya, Rabu (17/3).

Budi Karya mengatakan pelayanan GeNose di empat bandara ibarat proyek uji coba. Bila sukses seperti yang sekarang sudah diterapkan di sektor transportasi perkeretaapian, maka rencananya layanan GeNose akan hadir di seluruh bandara di Indonesia mulai 1 Mei 2021.

“Baru secara perlahan akan kami lakukan untuk penggunaan GeNose ini, pada 1 Mei diharapkan sudah di seluruh Indonesia diberlakukan,” tuturnya.

Ia pun membeberkan alasan pemerintah memperbolehkan penggunaan GeNose di bandara, yaitu karena harganya lebih terjangkau bagi kantong masyarakat. Hal ini tak seperti layanan pemeriksaan PCR dan rapid test antigen yang lebih mahal.

“Mengingat biaya PCR dan (rapid) antigen sedikit memberatkan, pemerintah bersama beberapa operator telah mendorong suatu temuan anak bangsa, yaitu GeNose, dan ini relatif lebih murah, lebih terjangkau,” jelasnya.

Kendati begitu belum ada kepastian, apakah layanan GeNose di bandara nantinya akan menggantikan syarat berpergian bagi penumpang yang selama ini menggunakan hasil pemeriksaan berbasis PCR dan rapid test antigen atau tidak. Sinyalnya, ini bisa menjadi opsi, tapi kepastiannya masih menunggu restu dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Di sisi lain, Budi Karya turut membagi evaluasi layanan GeNose di 14 stasiun di Indonesia hingga saat ini. Menurutnya, pelaksanaannya berjalan lancar.

“Sudah ada 14 stasiun kereta api, kami harapkan 44 stasiun akan kami selesaikan,” pungkasnya.

Secara singkat, perbedaan layanan GeNose dengan PCR dan rapid test antigen adalah cara pengambilan sampelnya. GeNose menggunakan nafas yang dihembuskan ke sebuah kantong, sedangkan PCR dan rapid test antigen dari selaput hidung. (cnn)