Lahan Food Estate Sumut Tidak Buka Kawasan Hutan

 

sentralberita | Jakarta ~ Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan lahan yang digunakan untuk food estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara merupakan lahan terbuka dan bukan lahan yang dibuka dari kawasan hutan.

Pihaknya, hanya membersihkan lahan tersebut yang ditumbuhi semak belukar kemudian memanfaatkannya. Dia juga sempat mengatakan sebelumnya sudah ada dua perusahaan besar yang membuka lahan hutan dan memotong banyak pepohonan di hutan.

“Itu memanfaatkan lahan terbuka, kalau lahan yang tertutup hutan itu kita pelihara. Ternyata dulu ada dua konsesi perusahaan besar itu dia memotong pohon, nah itu kita tidak mau, sehingga hutan banyak hilang,” ujar Luhut dalam unggahan video di Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (15/2/2021).

“Kita hanya bersihkan lahan-lahan terbuka yang ditumbuhi semak-semak tadi,” lanjutnya.

Luhut juga memaparkan progress sementara penggarapan food estate yang dikembangkan di Humbang Hasundutan. Dia mengungkapkan sudah ada 215 hektare lahan food estate yang digarap.

Luhut mengungkapkan pada tahap pertama, food estate Humbang Hasundutan akan dikembangkan seluas 1.000 hektare.

“Di food estate Humbang Hasundutan itu progress jalan cukup bagus, ada 215 hektare ditanami. Tahap pertama kan 1.000 hektare, tanahnya sudah dibagi ke masyarakat, 215 hektare ini berproses,” papar Luhut.

Dia mengatakan tahap berikutnya, ada 2.000 hektare lahan yang sedang dibersihkan dan disiapkan untuk menjadi garapan food estate. Dia menyebutkan targetnya ada 3.000 hektar lahan yang digarap sebagai food estate di Humbang Hasundutan.

“Di samping itu ada 2.000 hektar berikutnya di land clearing diharapkan selesai dalam bulan tanam ini, sehingga penanaman bisa dimulai tahun ini. Paling tidak target tahun ini 3.000 hektare,” ujar Luhut.

Di Humbang Hasundutan, Luhut juga mengatakan akan dibangun pusat riset produk pertanian. Dia mengatakan pusat riset ini akan memiliki luas 500 hektare.

“Ini ada juga research center untuk bibit unggul. Apakah kentang, bawang putih, bawang merah, kopi, apa saja ini subkulturnya dari mereka. Jadi ini herbal juga bermacam obat. Itu berproses, tanahnya 500 hektar,” papar Luhut.

“50 hektarnya sudah clean 15 hektarnya akan ada pusat kantor dan researchnya, 300 hektar itu lahan percobaan,” lanjutnya. (dtf/red)