Kemenkes Utamakan Vaksinasi Guru

sentralberita | Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal menempatkan guru dan dosen sebagai kelompok yang diutamakan dalam vaksinasi virus corona (SARS-CoV-2) tahap kedua.

Tenaga pendidik merupakan bagian dari kriteria kelompok petugas pelayanan publik yang dijadwalkan menerima suntikan vaksin Covid-19 mulai Rabu (17/2) esok.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, langkah itu dilakukan demi membantu para siswa yang kesulitan melangsungkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Sehingga, menurutnya, perlu peran dan kehadiran guru secara langsung dalam kegiatan belajar.

“Kami memprioritaskan guru karena kami ingin membantu murid-murid yang tidak dapat belajar online atau virtual karena sejumlah keterbatasan dapat segera melakukan proses belajar dan mengajar secara tatap muka,” tutur Maxi Rein Rondonuwu, Selasa (16/2).

Selain guru, Maxi juga membeberkan kelompok penerima vaksin tahap kedua yang menyasar 16,9 juta penduduk Indonesia tersebut. Mereka yang jadi target di antaranya adalah pedagang pasar, tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah dan, aparatur sipil negara (ASN).

Kemudian petugas keamanan; petugas pariwisata, hotel, dan restoran; pelayan publik yang termasuk petugas Damkar, BPBD, BUMN, BUMD, BPJS, dan kepala perangkat desa. Selanjutnya, pekerja transportasi publik, atlet, hingga wartawan atau pekerja media.

Maxi pun mengaku pemilihan kelompok vaksinasi itu telah melalui rekomendasi dari Kelompok Penasihat Teknis untuk Imunisasi (ITAGI) dan Kelompok Strategi Penasihat Ahli Imunisasi.

“Penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan roadmap dari WHO dan dari SAGE serta ITAGI jadi pemerintah tidak asal memilih kenapa harus lansia dan pekerja publik,” terang Maxi.

Tak hanya itu, target vaksinasi sebanyak 21,5 juta lansia juga akan diparalelkan dengan vaksinasi petugas pelayanan publik. Upaya ini ditempuh guna mempercepat proses vaksinasi di Indonesia yang menyasar total 181,5 juta penduduk. Keduanya diharapkan rampung paling lambat Mei 2021 mendatang.

Secara keseluruhan, target penyuntikan vaksin menyasar 181,5 juta atau 60-70 persen dari total penduduk Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan agar vaksinasi di Tanah Air mampu memenuhi target herd immunity atau menciptakan kekebalan kelompok terhadap sebuah virus.(cnn/red)