Pendataan yang Tidak Akurat Program Pengentasan Kemiskinan Tak Akan Tepat sasaran

Sentralberita| Medan~ Pendataan yang tidak akurat, program pengentasan kemiskinan tak akan bisa tepat sasaran. Hingga saat ini data penduduk miskin di Medan masih amburadul.

“Untuk itu, kita kita meminta kepada Pemko Medan untuk segera memvalidasi data kemiskinan yang amburadul tersebut, ” kata HT.Bahrumsyah Ketua Panitia Khusus ( Pansus) Jaminan Kesehatan Masyarakat terkait dengan data penduduk miskin dan Penerima Bantuan Iuran ( PBI) Kota Medan,karena data yang ada sekarang masih amburadul dan menyulitkan dalam pendataan warga miskin di daerah ini.

Menurutnya, leading sector pendataan kemiskinan ada di Dinas Sosial ( Dinsos) Medan. Walaupun selama ini ada juga data kemiskinan di Badan Pusat Statistik ( BPS).

Baca Juga :  Skema Pemko Atasi Kemiskinan Ekstrim di Medan Dipertanyakan

Namun, sangat disayangkan sekali bahwa berdasarkan data penduduk miskin berdasarkan keterangan dari Dinsos Medan pada rapat lanjutan pansus terkait penduduk miskin yang digelar, Senin (28/8) disebutkan bahwa penduduk miskin di Medan hanya berkisar 110 ribu jiwa.

Data itu, berbeda dengan pendataan yang disampaikan oleh BPS yang menyebutkan bahwa data penduduk miskin di Medan mencapai 500 jiwa.

” Jelas ada perbedaan data yang disampaikan oleh baik itu Dinsos Medan maupun BPS.Sehingga belum dapat diketahui secara pasti berapa jumlah penduduk miskin di Medan, ” sebutnya.

Kondisi itu, sambungnya, membuat banyaknya masih ditemukan warga warga miskin yang tidak terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta BPJS Penerima Bantuan Iuran ( PBI).

Baca Juga :  Bobby Nasution Ajak BKPRMI Bantu Pendataan BKM Masjid untuk Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Berpijak dari kondisi demikian seharusnya Pemko Medan segera membenahinya dengan melakukan pendataan ulang, dengan aparatur pemerintahan kelurahan hingga ketingkat lingkungan. Mengingat mereka yang mengetahui secara jelas kondisi masyarakatnya.

“Kita minta Pemko melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat miskin penerima program pemerintah. Temuan kita dalam perealiasiannya masih belum tepat sasaran,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial ( Dinsos) Endar Sutan Lubis menyebutkan bahwa terkait pendataan penduduk tersebut pihaknya telah membentuk tim dengan melibatkan BPS, Dukcapil dan Bappeda Medan. (SB/husni l)

 

Tinggalkan Balasan