“Rumah Aspirasi” Demo Kejatisu, Tosim Gurning: Hukum Seperti Sarang Laba-laba

Ketua Rumah Aspirasi Tosim Gurning melakukan orasi saat unjuk rasa di Kejatisu, Senin (26/9). (Foto SB/01)
Ketua Rumah Aspirasi Tosim Gurning melakukan orasi saat unjuk rasa di Kejatisu, Senin (26/9). (Foto SB/01)

Sentralberita| Medan| Massa  dari Rumah Aspirasi Romo melakukan  aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin (26/9/2016) terkait penggeledahan Romo.

Dengan memebawa poster-poster dan sapanduk, masssa  yang tergabung dari beberapa aliasi umat Islam seperti seperti ibuk-ibu pengajian menyampaikan aspirasinya dengan  dipimpin Tosim Gurning selaku Ketua Aspirasi Rumah Romo.

Dalam orasinya,  Gurning menilai Kejatisu harus adil dalam meneggakkan hukum, jangan dijadikan hukum seperti sarang-sarang laba-laba.

Pihak Kejatisu dengan penggeledahan Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Muhammad Syafii atau Romo dengan alasan pencarian tersangka dugaan korupsi di Bank Sumut tersebut tidak bisa diterima.

Pasalnya pihak Kejatisu diduga arogan seperti preman.”Kita berikan efek jera terhadap Kejatisu dan pihak Kejatisu harus memecat inisial IG, ROP, MT dan meminta maaf melalui media massa,ujar Tosim yang disambut yel-yel.”hidup Romo”

Kecaman  tindakkan yang dilakukan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu melakukan pengeledahan rumah milik Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Syafii ituTim Kejatisu yang dipimpin RO Panggabean dinilai arogan dan semena-menda pada pengeledahan yang dilakukan pada hari Selasa (13/9) lalu ‎untuk mencari salah satu tersangka korupsi Bank Sumut yang saat ini tidak diketahui keberadaannya yakni Irwan Pulungan selaku mantan Pemimpin Divisi Umum PT Bank Sumut, Zulkarnain selaku pelaksana sementara (pls) pejabat pembuat komitmen Bank Sumut dan seorang rekanan penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama Haltafif.m

Padahal menurut Tosim, Romo itu adalah anggota DPR RI  ada  aturan mainnya untuk melakukan penggeledahan. “anggota DPRD RI saja diperlakukan seperti itu oleh yang katanya penegak hukum apalagi rakyat biasa,”ujar Tosim seraya mengaku mereka melakukan unjuk rasa semata-mata untuk menegakkan kebenaran agar hukum negeri ini berlaku adil.

Massa meminta agar Kepala  Kejatisu menerima mereka, namun yang datang menemui perwakilan,  Bobbi Sandri dan menjelas proses yang dilakukan pihak kejatisu telah sesuai. Massa tak terima dan meminta Kepala Kejatisu agar menjelaskan yang sebenarnya. Ditunggu tidak juga datang, dengan menggoyang-goyang pagar di tengah terik panas matahari, massa akkhirnya membubarkan diri dan berkumpul di lapangan Sejati Pratama Medan. (SB/01)

Comments