Terdampak Genangan Diduga Limbah Dapur MBG di Sei Rampah, Lansia 76 Tahun di Sergai Alami Gatal-Gatal
sentralberita | Serdang Bedagai ~Seorang lanjut usia (lansia) di Dusun VI Rampah, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai mengeluhkan gatal-gatal di kakinya. Ia menduga hal itu dipicu genangan air di rumahnya yang bercampur limbah dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sebelah rumah.
Lansia tersebut adalah Nani (76), Kepada sentralberita.com di rumahnya, Jumat (30/10/2026), Nani mengaku sudah beberapa hari mengalami gatal di bagian kaki.
Ia menduga gatal di kakinya tersebut akibat genangan air di dalam rumah yang bercampur dengan limbah dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada tepat di sebelah rumahnya.
“Sebelum ada dapur MBG di sebelah rumah, kalau hujan memang rumah selalu masuk air, tapi tidak pernah lama dan tidak menyebabkan gatal,” ujar Nani.
Keterangan Nani dibenarkan kedua putrinya, Jumini dan Nurhayani, yang mendampingi ibunya saat ditemui wartawan.
“Kalau musim hujan memang banjir, tapi kalau dikuras langsung surut. Tapi kaki mamak nggak pernah bonyok (gatal-gatal) kayak gini. Karena udah setengah bulan ini kecehan (berendam di air),” tutur Jumini.
Dari pantauan wartawan di lokasi, bagian dapur dan teras rumah Nani sudah mendapat perbaikan berupa plester semen dan peninggian lantai. Menurut keterangan anak-anaknya, perbaikan tersebut dilakukan oleh pihak dapur SPPG Sei Rampah.
Sementara itu Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Serdang Bedagai, Nurhasanah Ritonga yang dikonfirmasi sentralberita.com melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (31/10/2026), menjelaskan bahwa terkait keluhan tersebut dan dugaan genangan limbah, menjelaskan bahwa terkait IPAL SPPG Sei Rampah, pada Rabu, 28 Oktober 2026, saya telah bertemu dengan pihak Yayasan Bintang Ceria.
” Pihak yayasan menjelaskan bahwa IPAL di bagian belakang sudah tidak digunakan selama kurang lebih satu bulan. Saat ini SPPG menggunakan IPAL yang tersedia di bagian depan dan telah dimonitor oleh DLH” . Ujar Nurhasanah
Adapun genangan air di halaman belakang disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sehingga air masuk ke rumah warga (Nek Nani). Pihak yayasan telah menyepakati solusi bersama Nek Nani dan beberapa saksi, yaitu pembuatan selokan di bagian belakang serta perbaikan dapur rumah warga yang terdampak.
Untuk tindak lanjut, dapat berkoordinasi langsung dengan Yayasan Bintang Ceria selaku pemilik dapur. Pukasnya. (SB/ARD)
