Strategi KUA Naga Juang Cegah Perkawinan Anak, Dari Regulasi Hingga Bimbingan Remaja

sentralberita|Madina ~Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Naga Juang menggelar kegiatan edukasi interaktif melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Naga Juang, Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu, (16/09). Kegiatan ini dikemas secara informatif dan edukatif guna membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai batas usia pernikahan, pengelolaan diri, serta bahaya pergaulan bebas dan narkoba.
Kepala KUA Kecamatan Naga Juang, Muhammad Ihsan, S.Sos.I., menyampaikan pentingnya pemberian edukasi mengenai kesiapan masa depan sejak usia sekolah.
“Pencegahan perkawinan anak harus dilakukan jauh sebelum remaja memasuki usia pernikahan. Upaya tersebut perlu dibangun melalui edukasi, pembentukan karakter, dan pendampingan sejak dini. KUA memiliki posisi strategis dalam pencegahan perkawinan anak karena menjadi pintu awal pencatatan dan pemeriksaan perkawinan,” jelas Muhammad Ihsan.
Ia menambahkan, melalui BRUS, para remaja diajak untuk memahami pentingnya mengenali potensi diri, membangun pergaulan yang sehat, serta merencanakan pendidikan demi masa depan yang lebih matang.
Pada sesi materi regulasi dan kesiapan diri, Penghulu KUA Naga Juang, Ilham Syahjalil, S.Ag., mengedukasi para siswa terkait aturan perundang-undangan dan dampak pernikahan di bawah umur.
“Sesuai PMA Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan, calon suami dan calon istri harus berusia paling rendah 19 tahun. Bagi calon pengantin yang belum berusia 19 tahun wajib melampirkan surat dispensasi kawin dari pengadilan,” ujar Ilham.
Ilham menekankan bahwa aturan tersebut dibuat untuk melindungi masa depan remaja. Peran KUA melalui PMA Nomor 24 Tahun 2024 juga diperkuat sebagai pusat layanan Bimas Islam di kecamatan yang menyediakan bimbingan remaja, bimbingan usia nikah, hingga konsultasi keluarga demi mencegah risiko sosial seperti ketidaksiapan mental, gangguan kesehatan reproduksi, perceraian, dan stunting.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Naga Juang, Damri Pulungan, Lc., memberikan edukasi terkait pembentukan karakter, pengelolaan emosi, dan kewaspadaan terhadap bahaya lingkungan sekitar.
“Melalui bimbingan BRUS, adik-adik dibekali kemampuan mengelola diri (self-management) dan melindungi diri (self-protection). Kita ingin remaja memiliki kontrol emosi yang baik, berintegritas, serta mampu membentengi diri dari perundungan siber, tawuran, hingga bahaya laten narkoba. Manfaatkan kemajuan teknologi dan media sosial secara cerdas untuk mendukung prestasi sekolah,” paparnya.
Kegiatan edukasi ini berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para siswa serta pihak sekolah. Langkah KUA Naga Juang ini menjadi wujud nyata semangat Kemenag Berdampak dalam memberikan pemahaman yang komprehensif, membentengi moralitas generasi muda, dan melahirkan remaja Kabupaten Mandailing Natal yang berakhlak mulia serta berdaya saing. (YAF)
