Sempat Viral, Begini Modus Pungli yang Dilakukan Kapus Tanjung Haloban

sentralberita | Labuhanbatu~Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan seorang staf bersama rekannya, melakukan protes terhadap atasan akibat banyaknya pungutan-pungutan yang dinilai tidak jelas tujuannya (pungli), hingga membuat heboh dunia kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, yang terjadi di Puskesmas Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

‎Dalam video yang berdurasi singkat, tampak staf bidan tersebut terlihat geram serta hilang kesabaran hingga meluapkan semua kekecewaannya kepada atasan.

‎”Ini Kepala Puskesmas Tanjung Haloban yang sok hebat itu,” cetus bidan sambil mencoba menghadang mobil yang di dalamnya seorang wanita yang merupakan Kepala Puskesmas (Kapus).

‎Dalam video, bidan tersebut mengeluhkan adanya sejumlah pengutipan yang tidak jelas peruntukannya yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas

‎”Semua pungutan-pungutan tidak jelas, potongan-potongan tak jelas,” lontarnya.

‎Kepala Puskesmas Tanjung Haloban, Susyani Purba saat dikonfirmasi Jumat (17/7/2026) dan Minggu (19/7/2026) hingga saat ini belum bersedia memberikan tanggapan.

Terpisah, ‎salah seorang bidan yang berhasil dikonfirmasi membenarkan adanya kutipan setiap bulannya dilakukan oleh Kapus.

‎Adapun modus dugaan pungli yang dilakukan Kapus adalah dengan melakukan pengutipan secara manual kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Tanjung Haloban, melalui dua orang bendahara yang ditunjuk.

Menurut bidan yang tidak ingin namanya ditulis itu, untuk dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sendiri, Kapus melakukan pemotongan 16 persen per stafnya. “Kalau JKN ini nominalnya bervariasi pak, tergantung pendapatan kita per bulannya,” katanya

‎”Yang paling parah pak, dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) kita dikenakan potongan 45 persen per kegiatan. Dengan menugaskan Buk Vivi, (panggilan akrab Devita Siregar, bendahara BOK) untuk melakukan pengutipan kepada kita semua yang bertugas di Puskesmas Tanjung Haloban,” bebernya.

Selain Devita yang ditunjuk sebagai bendahara BOK, sumber mengatakan, ada seorang lagi inisial M sebagai bendahara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang ditugaskan melakukan pengutipan sebesar 16 % tiap bulannya.

‎Saat dikonfirmasi, Devita Siregar membantah ikut andil dalam pengutipan tersebut “tidak ada,” bantah Devita. Ia juga mengaku tidak mengetahui apa yang memicu keributan di Puskesmas beberapa waktu lalu.

‎”Maaf pak, saya pun kurang tau pak, untuk lebih jelasnya konfirmasi aja sama Kapus,” akunya. (SB/BS)

-->