Rakor DPD PKS Kota Medan, Hadirkan Senator KH. Muhammad Nuh

sentralberita|Medan-Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) se-Kota Medan selama dua hari, Sabtu-Ahad, 26-27 September 2026.

Rakor yang diikuti oleh seluruh kader PKS se-Kota Medan ini dibuka oleh Ketua DPD PKS Kota Medan, Anton Simarmata, ST.

Dalam arahannya, Anton menegaskan bahwa Rakor ini digelar untuk memperkuat dua program utama partai, yakni *K2 (Kader dan Kaderisasi)* dan *P2 (Pemenangan Pemilu).*

Anton mengingatkan, kita sering keliru mengukur kehebatan seseorang dari seberapa banyak pengikutnya atau seberapa tinggi posisinya dalam hierarki sosial.

“Ukuran kehebatan bukanlah dominasi atau jumlah pengikut, melainkan kemampuan melahirkan generasi baru yang juga mampu berdiri dengan gagasan, karakter, dan kehebatannya sendiri,” ujar Anton.

Menurutnya, pemimpin sejati bukanlah mereka yang membuat orang lain terus bergantung kepadanya, melainkan yang mendorong orang lain untuk menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

“Tidak ada kesuksesan instan dalam hidup ini. Bahkan untuk membuat mi instan sekalipun kita harus merebus air terlebih dahulu!”tegasnya di hadapan peserta Rakor.

Kepemimpinan sejati adalah tentang memberdayakan orang lain. Membagikan ilmu, memberi kesempatan, serta menciptakan ruang aman agar orang-orang di sekitarnya berani bereksperimen, mengeksplorasi membuat keputusan, bahkan mengambil risiko. Dengan begitu, pengaruhnya tidak berhenti pada dirinya, melainkan berlipat ganda,” tambahnya.

Dalam Rakor kali ini pengurus DPD PKS khusus mengundang Senator KH. Muhammad Nuh, MSP
Sebagai pembicara.
Nuh menyampaikan “Politik bukan sekedar perebutan kekuasaan, tetapi amanah dakwah untuk menghadirkan kemaslahatan.”

Organisasi politik Islam harus dapat membangun kader yang tidak hanya cakap dalam politik, tetapi juga kuat secara moral, sosial, dan spritual.

Lanjutnya, bahwa proses kaderisasi tidak cukup hanya berorientasi pada target elektoral, struktur organisasi, atau perekrutan anggota. Proses Kaderisasi harus membentuk manusia yang berintegritas dan bertanggung jawab terhadap umat serta kehidupan politik.

Ada tiga landasan utama yang perlu menjadi perhatian struktur yaitu:

Humanisasi, liberasi, dan transendensi. Humanisasi menempatkan kader sebagai pribadi yang menjunjung keadilan, etika dan martabat manusia.
Liberasi mengarahkan kader agar peka terhadap persoalan sosial, ketimpangan, dan kepentingan masyarakat.
Transendensi memperkuat kesadaran bahwa politik merupakan amanah dan bagian dari ibadah kepada Allah Swt.

Pesan ini menjadi ruh dari Rakor dua hari ini, dan diharapkan melahirkan kader-kader PKS yang lebih bersemangat, solid, dan siap melaksanakan program yang telah dicanangkan untuk pemenangan PKS di Kota Medan,” tutup Nuh.

-->