Petugas Paviliun Taput Bangga dan Senang Ikuti PRSU ke-50, Ragam Produknya Mendapat Simpati Pengunjung

sentralberita|Medan~Keriaan para petugas paviliun di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 saat ini terlihat sedang tinggi-tingginya, merasa bangga dan bersenang hati melayani para pengunjung. Para penjaga paviliun dari 33 kabupaten/kota di Sumut sibuk menyambut antusiasme pengunjung lokal hingga turis asing yang ingin melihat produk UMKM serta budaya daerah.
Halnya dua petugas Paviliun Pemkab Tapanuli Utara, Raiza Purba dan Fajar mengungkapkan rasa bangga dan senangnya pertugas keseharinnya melayani para pengunjung.
“Saya merasa bangga dan senang meski berhungan dengan banyak pelanggan dengan berbagai karakter, tapi kami banyak kenal dengan pengunjung seakan bagi saya PRSU juga sebagai ajang silaturrahmi, “ujarnya.
Selain itu, kata Fajar menambahkan, dengan bertugas di Paviluan, kami juga tahu produk-produk UKMM daerah lain dan budayanya. Sehingga wawasan dan pengetahun bertambah.
“Di PRSU ini , budaya, kreativitas, UMKM, hingga berbagai potensi unggulan daerah berpadu dalam satu perhelatan yang penuh warna dan makna, karenanya bagi kami penyelenggaran PRSU sangat berguna dan hendanya berkelanjutan,”harap Raiza.
Ragam Produk UMKM
Di Paviliun Tapuanuli Utara terlihat ragam Produk UMKM yang dipamerkan, bahkan mencapai ratusan, sehingga menjadi salah satu tujuan favorit pengunjung pada gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 di Medan.
Berbagai potensi unggulan seperti Prodak unggulan Kopi Arabika dan berbagai prodak lainya berupa kacang tanah sihobuk dan juga kerajinan tangan pembuatan gitar,pembuatan tenun ulos Batak, dan juga lonceng Gereja yang di produksi di Desa Sitappurung Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara dan juga produk makanan UMKM yang menjadi kebanggaan masyarakat Taput berupa Kacang goreng Sihobuk .
Di dalam paviliun, pengunjung juga dapat melihat beragam produk unggulan seperti hasil aneka makanan khas manisan Haluan kudapan tradisional khas Batak , keripik, serta berbagai kerajinan kreativitas pelaku UMKM Kabupaten Taput.
Demikian juga Wine Stroberi dari kecamatan Pasaran dan Strobery Hutagalung, bawang dan berbagai sambal, berbagai jenis keripiasun beras hitam dengan berbagai jenisnya, Chiken dan berbagai jenisnya, kopi dengan berbagai jenisnya.
Bahkan Kopi Taput, kata Raiza terkenal dengan kopi Arabika berkualitas dunia, terutama yang berasal dari daerah Siborongborong. Kopi ini memiliki cita rasa khas, yakni pahit yang gurih dengan sentuhan asam dan sepat yang seimbang. Kualitasnya diakui secara global dan bahkan diekspor ke berbagai negara, termasuk menjadi pemasok untuk Starbucks.
Berkualitas di tingkat dunia, karena tanaman komiditas unggulan dari perkebunan rakyat tersebut dipetik dengan baik. Begitu pula cara penjemuran yang dilakukan petani.Masa panen dan pemetikan kopi sesuai dengan prosedur sehingga kualitasnya tetap terjamin, awet dan masih segar ketika diambil dari batang. (Husni Lubis)
