Pengawas LBH Apik Medan Hj Cut Bietty, SH, Pro dan Kontra MBG di Tengah Masyarakat Indonesia

sentralberita|Medan~Seharus nya MBG ( Makanan Bergizi, red ) sudah sejak dulu ditinjau ulang agar keresahan masyarakat tidak memuncak seperti sekarang ini.

Menurut Pengawas LBH Apik Medan Hj Cut Bietty, SH, kemarin , saat dimintai komentarnya tentang pro dan kontra masalah MBG yang saat ini lagi ramai dan gencar dibicarakan orang karena dianggap meresahkan sebagian masyarakat yang melihat banyaknya korban keracunan ( ini yang membuat masyarakat trauma dan melarang anak anak nya memakan MBG yang telah disiap kan ), menu makanan yang tidak layak, tidak tepat sasaran, apalagi dengan berdirinya dapur dapur MBG yang jarak nya berdekatan dan lain sebagainya.

Memang MBG itu bisa jadi sangat dibutuhkan oleh siswa siswi pelajarTapi,” MBG bukan untuk masyarakat mampu dengan memberikan makanan yang seperti disediakan MBG sekarang ini yang harga nya hanya sekitar Rp 5000 paling tinggi,” kata Cut Bietty.

” Banyaknya kelas menengah yang mendapatkan MBG yang mengakibatkan mubazir karena orang tua melarang anak anak nya memakan makanan MBG dan mewajib kan makan yang dibawa dari rumah sendiri,” ujar Cut Bietty lagi.

Seharusnya, kata Cut Bietty, MBG itu diperuntukan untuk masyarakat yang benar benar tidak mampu yang tersebar di pelosok bumi indonesia dan untuk apa membangun dapur dapur MBG disana sini. Cukup,” kerja sama dengan kantin sekolah atau memberdayakan masyakat yang kurang mampu untuk menyiap kan MBG sehat,” cerca Cut Bietty gemas.

Tapi, disatu sisi, Program ini perlu juga dijalankan karena masih banyak anak anak yang makan pakai tempe dan tahu bahkan makan pakai garam atau minyak jelanta sehari-hari.

” Bagaimana generasi kedepan kalau anak anak yang akan menggantikan generasi sekarang ini tidak memiliki gizi dan sangat tidak adil jika yang cerdas itu hanya anak orang mampu karena negara punya kewajiban penuh untuk kemakmuran negeri ini,” jelas wanita ini dengan nada bicara berapi-api.

Sangat disayangkan, masih kata Cut Bietty, kalau akhirnya kita tahu jika progam MBG ini menjadi sarang korupsi bagi banyak pihak, bahkan pengelolaannya ada pada partai politik, kopolisian, TNI dan orang orang yang punya hubungan baik dengan pengelola diatas dan sangat disayangkan walau pun dikelola oleh pihak yang berkompeten namun makanan yang disediakan sangat minim dari gizi yang diharap terkesan asal jadi dan mutu nya sangat buruk belum lagi banyak nya korban keracunan setelah memakan MBG. Kesannya MBG ini asal asalan saja dikerjakan. Supaya asal ada saja tapi tidak memikirkan lagi bergizi atau tidak,” kata Cut Bietty geram.

Seharus nya dengan harga 15 .000 yang sudah ditetapkan pemerintah untuk kepentingan anak sekolah jangan lagi uangnya di korupsi sehingga harga sepiring MBG itu hanya jadi rp 5 ribu, yang rp 10 ribu itu dikorupsi atau masuk kantong oknum-oknum petinggi-petinggi MBG ini.”

Inilah yang dinamakan korupsi intelektual. Uangnya lebih banyak dikorupsi dari pada yang selayaknya ¹didapat untuk anak anak, belum lagi banyak nya MBG yang mubazir karena tidak tepat sasaran bagi orang orang menegah keatas anak anak nya selalu dilarang makan MBG lebih disaran kan bawa makanan dari rumah.”

Seharusnya MBG itu buat anak anak yang dipedesaan yang hidup nya betul betul di garis kemiskinan atau buat anak anak masyarakat miskin kota.

Masalah dana MBG di korupsi di Indonesia memang sudah sifat manusia terutama orang-orang yang diberi kepercayaan buat mengelolanya.
Jadi, ” orang-orang yang sudah terlibat korupsi dana MBG ini harus dihukum berat. ”

” Siapapun itu karena telah merampas hak hak generasi muda dalam mendapatkan makanan bergizi yang semestinya,” jelas Cut Bietty dengan berang.

Tapi di satu sisi, sebenarnya kalau MBG dikelola dengan baik sangat membantu jika tepat sasaran. yang mana anak anak yang hanya lihat makan enak sekali seminggu bisa jadi makanan rutinitas sehari-hari terutama kalau benar-benar bergizi.

” Karena bisa jadi dengan adanya MBG ini, anak-anak bisa menikmati tiap hari MBG ini dan orang tua tidak perlu repot lagi menyiapkan makanaan karena sudah ditanggung negara. Sehingga bisa meringankankan tugas orang tua. Arti nya MBG ini sangat bermanfaat bagi anak dan orang tua jika tepat sasaran. Sehingga tak perlu lagi MBG diganti dengan program lain,” pinta Cut Bietty berharap.

Teruskan saja MBG ini dengan catatan, “tidak salah sasaran seperti sekarang ini, ” harap Cut Bietty.

Sampai saat ini ( saat tulisan ini ‘diturunkan” program ini telah berjalan tapi tidak sesuai dengan harapan malah menimbulkan keresahan dalam masyarakat.)

” Seharusnya yang terlibat dalam pelaksaan MBG itu harus dihukum berat siapapun itu orangnya karena telah merampas hak-hak generasi muda dalam mendapatkan hak nya,” tutup Cut Bietty dengan sumringah.( Safinaz )

-->