Pengajian PKK dan DWP Sumut, Perempuan Diajak Perkuat Ketahanan Keluarga dan Organisasi

sentralberita|Medan~Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan kerja dan organisasi yang harmonis. Untuk menjalankan peran tersebut, perempuan perlu menjunjung nilai-nilai spiritual, akhlak mulia, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Damri Tambunan saat memberikan ceramah pada pengajian yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (23/10/2026).
Pengajian yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran. Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli I PKK Sumut Titiek Sugiharti, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumut Boya Yanti Gultom, serta jajaran PKK dan DWP se-Sumut.
Mengusung tema “Peran Perempuan Berdaya, Ibadah Terjaga, Hidup Penuh Berkah Selaras dengan Perempuan dalam Keluarga, Pekerjaan, dan Organisasi”, pengajian ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas spiritual perempuan, serta mempererat silaturahmi dan ukhuwah lintas organisasi.
Dalam ceramahnya, Ustaz Damri Tambunan menekankan pentingnya peran perempuan, baik sebagai istri dan ibu dalam keluarga maupun sebagai bagian dari organisasi dan masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki kekuatan dan kontribusi besar dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
“Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki sebelah kiri. Perempuan lebih kuat jika dibanding laki-laki. Tanpa perempuan tidak akan maju sebuah bangsa dan negara,” ucapnya.
Damri menjelaskan, seorang istri berperan penting dalam menciptakan keharmonisan, kenyamanan, dan ketenteraman rumah tangga. Selain itu, istri juga menjadi mitra strategis bagi suami dalam mengambil berbagai keputusan keluarga.
“Karena itu peran istri dalam rumah tangga juga menjaga kehormatan keluarga. Seorang istri harus patuh dan taat pada suami. Menjaga nama baik suami, diri sendiri, serta amanah dan harta benda saat suami sedang tidak berada di rumah,” ucapnya.
Selain menyoroti kehidupan keluarga, Damri menyampaikan pesan moral yang perlu diterapkan dalam lingkungan kerja dan organisasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, membangun kerja sama, serta menghindari perilaku yang dapat merusak hubungan antarsesama.
Menurutnya, akhlak mulia merupakan salah satu inti ajaran yang dibawa Rasulullah SAW. Pesan tersebut juga sejalan dengan kandungan Surat Al-Hujurat ayat 12 yang melarang umat Islam berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, serta menggunjing atau melakukan ghibah. Ayat tersebut sekaligus mengingatkan umat Islam untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.
Damri pun mengajak seluruh peserta pengajian untuk mengedepankan kebersamaan dan tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan. Ia mengibaratkan organisasi seperti sepeda, yang setiap komponennya memiliki fungsi dan harus saling mendukung agar dapat berjalan dengan baik.
“Janganlah saling sikut menyikut untuk sebuah jabatan. Jabatan hanya sementara. Bangunlah kerjasama yang baik. Ibarat sebuah sepeda, setiap sparepart-nya saling membantu agar dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
