PAPPRI Mandailing Natal: Dari Golden Ticket ke Dapur Rekaman, Talenta Musik Madina Siap Berkarya

sentralberita | Mandailing Natal – PAPPRI Madina membuka kesempatan bagi delapan talenta musik daerah untuk masuk dapur rekaman melalui program pembinaan dan pengembangan seni musik. Program tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Delapan talenta yang mendapat kesempatan rekaman terdiri dari empat penerima Golden Ticket Lomba Vokal Solo HUT-RI 2026 serta empat artis senior yang tergabung dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (DPC-PAPPRI) Kabupaten Mandailing Natal.

Empat penerima Golden Ticket tersebut berasal dari dua kecamatan. Mereka adalah Naswa Fadilah dan Gina Wardani dari Kecamatan Kotanopan, serta Ashari dan Sahrani dari Kecamatan Tambangan.

Keempatnya memperoleh Golden Ticket setelah mengikuti Lomba Vokal Solo HUT-RI 2026 yang digelar di Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Tambangan.

Kesempatan masuk dapur rekaman menjadi tindak lanjut atas prestasi mereka dalam kegiatan tersebut. Masing-masing penerima Golden Ticket akan membawakan lagu single versi Mandailing.

Selain empat talenta muda tersebut, PAPPRI Madina juga melibatkan empat artis senior yang terdaftar dalam kepengurusan DPC PAPPRI Kabupaten Mandailing Natal. Mereka adalah Thomas Djordy, Angga Rezki, Dedy Gunawan, dan Salamah Hasibuan.

Keterlibatan para artis senior menjadi bagian dari program pengembangan karya musik yang dijalankan PAPPRI Madina. Kehadiran mereka juga diharapkan dapat mempertemukan pengalaman pelaku seni yang telah lebih dahulu berkarya dengan talenta-talenta yang sedang berkembang.

Golden Ticket Tidak Berhenti di Perlombaan

Program rekaman ini menjadi langkah PAPPRI Madina untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada penyanyi dan musisi daerah. Para peserta tidak hanya diberikan kesempatan tampil di panggung, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan karya dalam bentuk rekaman.

Ketua DPC PAPPRI Madina, Mulyadi P Jambak, melalui Wakil Ketua I, Syahren Hasibuan, menyampaikan bahwa pemberian Golden Ticket tidak dimaksudkan hanya sebagai penghargaan dalam perlombaan.

“Golden Tiket ini jangan hanya berhenti pada perlombaan. Kita ingin para pemenang mendapatkan kesempatan untuk melangkah lebih jauh dan menghasilkan karya yang bisa mereka banggakan,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak talenta musik yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Karena itu, PAPPRI Madina berupaya menghadirkan program yang memberikan kesempatan kepada penyanyi dan musisi lokal untuk memasuki tahapan produksi karya.

“Harapan kita, dari proses rekaman ini lahir karya-karya baru dari penyanyi dan musisi Madina. Ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi musik Mandailing Natal ke masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Mendorong Karya Musik Lokal

Masuknya delapan talenta ke dapur rekaman menjadi bagian dari upaya PAPPRI Madina mendorong perkembangan musik daerah. Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada para penyanyi dalam proses menghasilkan karya rekaman.

Bagi empat penerima Golden Ticket, proses ini menjadi kelanjutan dari pencapaian yang mereka raih melalui Lomba Vokal Solo HUT-RI 2026. Mereka kini mendapatkan kesempatan untuk membawa kemampuan bernyanyi ke tahap produksi lagu.

Sementara bagi empat artis senior, keterlibatan dalam program tersebut menjadi bagian dari perjalanan berkarya sekaligus mendukung kesinambungan pelaku seni musik di Mandailing Natal.

PAPPRI Madina berharap program pembinaan dan pengembangan seni musik dapat terus berlanjut. Dengan demikian, semakin banyak penyanyi dan musisi daerah memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta menghasilkan karya.

Program ini juga menjadi langkah untuk mendorong talenta musik Mandailing Natal agar tidak hanya dikenal melalui penampilan di berbagai panggung, tetapi juga memiliki karya rekaman sebagai bagian dari perjalanan mereka di dunia belantika musik.( ril)

-->