Istri Wakil Bupati Aceh Timur Bangun Balai Pengajian Secara Swadaya di Kuala Geulumpang

sentralBerita | Aceh Timur ~ Ny. Erni Handayani T. Zainal Abidin, istri Wakil Bupati Aceh Timur, membangun sebuah balai pengajian secara swadaya di Desa Kuala Geulumpang, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Selasa (8/9/2026). Pembangunan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan masyarakat, khususnya dalam menyediakan ruang yang dapat digunakan untuk belajar agama dan melaksanakan pengajian secara rutin.
Balai pengajian tersebut diperuntukkan bagi Ummi Nurjannah dan masyarakat setempat sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, membaca Al-Qur’an serta menjalankan berbagai kegiatan pengajian. Keberadaan tempat tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk menjaga aktivitas keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial warga.
Bagi Erni Handayani, pembangunan balai pengajian tidak semata-mata dimaknai sebagai pembangunan sebuah bangunan. Lebih dari itu, ia berharap tempat tersebut dapat menjadi ruang belajar yang hidup, digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dari waktu ke waktu. Menurutnya, keberadaan sarana keagamaan akan memiliki makna yang lebih besar apabila terus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga.
“Semoga balai ini menjadi tempat menuntut ilmu, membaca Al-Qur’an, dan membangun generasi yang berakhlak,” kata Erni Handayani.
Harapan tersebut berkaitan erat dengan pentingnya keberadaan ruang pembelajaran agama di tengah masyarakat. Balai pengajian dapat menjadi tempat berkumpulnya warga untuk memperoleh pengetahuan keagamaan sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarmasyarakat. Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, nilai-nilai keagamaan juga diharapkan dapat terus diperkenalkan dan ditanamkan kepada anak-anak serta generasi muda.
Sebagai Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Aceh Timur, Erni Handayani juga mendorong kaum perempuan untuk terus mempertahankan tradisi pengajian mulai dari tingkat dusun hingga desa. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat, termasuk memastikan tradisi belajar dan mengaji tetap tumbuh di tengah keluarga dan lingkungan sekitar.
Ia menilai kegiatan pengajian tidak cukup hanya dilaksanakan pada momentum tertentu. Aktivitas tersebut perlu dijaga sebagai kegiatan rutin agar masyarakat memiliki ruang yang berkelanjutan untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Menurut Erni, pengajian memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar kegiatan belajar agama. Pertemuan rutin masyarakat melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan, membangun kepedulian antarwarga serta menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak dan generasi muda. Hal itu dinilai semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat dan membawa berbagai pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
Karena itu, keberadaan balai pengajian di Kuala Geulumpang diharapkan tidak berhenti pada pemanfaatan sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an. Ruang tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi tempat masyarakat menjalankan berbagai kegiatan keagamaan secara rutin sesuai kebutuhan warga.
Erni Handayani yang merupakan perempuan kelahiran Julok itu juga berharap balai pengajian tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Ummi Nurjannah bersama masyarakat Kuala Geulumpang. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan aktivitas di dalamnya agar tujuan pembangunan balai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Jangan hanya menjadi bangunan. Saya berharap tempat ini terus dihidupkan dengan pengajian dan kegiatan keagamaan masyarakat,” tambahnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan balai pengajian bukan hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi dari sejauh mana tempat tersebut mampu menjadi ruang yang aktif untuk kegiatan masyarakat. Dengan adanya aktivitas pengajian yang terus berjalan, balai tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi warga Kuala Geulumpang.
Kini, keberadaan balai pengajian tersebut menambah ruang bagi masyarakat Kuala Geulumpang untuk menjalankan aktivitas keagamaan, terutama bagi anak-anak dan warga yang ingin belajar serta memperdalam ilmu agama. Kehadiran sarana tersebut diharapkan dapat memperkuat tradisi pengajian sekaligus mendukung upaya membangun generasi yang memiliki pengetahuan agama dan akhlak yang baik. (SB/RA)
