Dua Siswi MTsN 1 Medan Raih Peringkat 1 Nasional di Ajang Merdeka Essay Award 2026

sentralberita|Medan~Dua siswi MTsN 1 Medan, Nadine Alya Afifah dan Luthfiyyah Nada Hadzkadina, berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Merdeka Essay Award (MEA) 2026. Keduanya yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik ini berhasil masuk lima besar tingkat nasional dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Forum Cendekia Muda Indonesia (FORCEMI).
Meski berada di posisi lima besar secara keseluruhan, capaian ini istimewa karena peringkat satu hingga empat diraih oleh peserta jenjang SMA/MA, sehingga posisi mereka menjadikan MTsN 1 Medan sebagai peraih peringkat pertama nasional untuk jenjang SMP/MTs. Prestasi ini semakin mengukuhkan nama MTsN 1 Medan di kancah kompetisi literasi tingkat nasional.
Kompetisi MEA 2026 mengangkat tema besar “Gagasan Generasi Muda untuk Indonesia” dan berlangsung sejak 25 Juli hingga 31 Agustus 2026. Dalam ajang ini, Nadine dan Luthfiyyah mengangkat judul essay “Integrasi Smart-Sensor BiogasSync: Transformasi Limbah MBG Menjadi Biogas Berkelanjutan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Medan”.
Gagasan tersebut menawarkan solusi inovatif dalam mengelola limbah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan madrasah menjadi sumber energi biogas yang berkelanjutan. Ide kreatif ini menunjukkan kepekaan siswa madrasah terhadap isu lingkungan sekaligus kemampuan berpikir solutif berbasis teknologi.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, pihak madrasah menyelenggarakan penyerahan sertifikat juara kepada kedua siswi berprestasi ini. Kegiatan penyerahan berlangsung di halaman depan MTsN 1 Medan pada Senin (14/9/2026) usai pelaksanaan upacara bendera. Penyerahan sertifikat ini disaksikan langsung oleh seluruh guru, staf, dan siswa yang mengikuti upacara pada pagi hari tersebut. Momen tersebut menjadi bentuk motivasi bagi seluruh siswa MTsN 1 Medan untuk terus berprestasi dan berkarya.
Kepala MTsN 1 Medan, Drs. H. Syakhrim Harahap, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih kedua siswinya tersebut. Ia menilai kegiatan lomba menulis essay sangat baik untuk diikuti siswa madrasah karena dapat melatih berbagai kemampuan penting.
“Selain melatih kemampuan berpikir kritis, kegiatan lomba menulis essay ini juga melatih literasi dan riset sederhana serta meningkatkan kemampuan menulis siswa,” ujar Syakhrim. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lain untuk turut aktif mengikuti berbagai kompetisi literasi di tingkat nasional.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas yang juga Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik, Zulfrida, S.KM., S.Kom., mengungkapkan bahwa kegiatan menulis essay ini sudah beberapa kali diikuti oleh siswa yang tergabung dalam ekskul jurnalistik.
“Belajar menulis esai dalam ekstrakurikuler jurnalistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan gagasan, pendapat, dan pandangannya terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar membaca, mengamati, berpikir, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Semoga ke depannya siswa kami dari ekskul jurnalistik bisa lebih meningkatkan kemampuannya dan meraih prestasi yang lebih baik lagi,” tuntas Zulfrida.
