Ditandai Pemberian Santunan, Silaturrahmi PAPPRI Madina, Semarak dan Penuh Keakraban

sentralberita | Madina – Acara tatap muka sekaligus silaturrahmi antara jajaran pengurus Persatuan Artis,Penyanyi, Pemusik Dan Pencipta Lagu ( PAPPRI) kabupaten Mandailing Natal ( Madina) dengan anggota yang digelar di halaman Sekretariat di Jalan Lintas Timur (Linsum) Panyabungan,Jum’at kemarin (9/10/2026) berlangsung meriah, penuh keakraban dan kekeluargaan.
Pasca terbentuknya PAPPRI Madina, untuk pertama kali pertemuan skala besar sukses digelar, dengan dukungan jajaran pengurus dan segenap anggota PAPPRI Madina serta pihak terkait laninnya.
Acara tatap muka dan silaturrahmi PAPPRI Madina juga ditandai dengan pemberian santunan bagi puluhan anak yatim yang berasal dari Peduli Dolok kecamatan Panyabungan.
Dalam kegiatan tersebut juga, PAPPRi Madina melakukan Syutung Video PAPPRI Madina serta syuting video klip lagu 4 artis yang sebentar lagi masuk dapur rekaman di Padangsidempuan.
Di sela acara para artis Madina itu,Jajaran pengurus yang langsung dipimpin Ketua DPC PAPPRI Madina Mulyadi P. Jambak,dipimpin Wakil Ketua Sahren Hasibuan, Sekretaris Thomas,wakil sekretaris, Farel Lindung dan Bendahara Elvi Adelia menggelar diskusi terbuka dengan para anggota untuk menerima berbagai masukan dari para anggota, demi kemajuan PAPPRI Madina ke depan.
Ketua DPC PAPPRI Madina Mulyadi P. Jambak dalam sambutannya menyebutkan, pertemuan tersebut sesungguhnya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar acara silaturrahmi dan tatap muka.
” Pada Hari ini kita berkumpul bersilaturrahmi dan tatap muka, pada hakikatnya adalah untuk menyatukan hati, menyatukan pikiran, dan menyatukan langkah kita ke depannya”, ucap Mulyadi.
Ia meyakini organisasi yang besar bukan hanya dibangun oleh seorang ketua, bukan hanya oleh pengurus, tetapi dibangun oleh kebersamaan seluruh anggota yang menanamkan rasa memiliki yang tinggi terhadap organisasi.
Mulyadi juga menegaskan, PAPPRI Madina adalah rumah bersama yang harus dijaga dan dibesarkan secara bersama pula.
“Di rumah ini tidak boleh ada sekat antara pengurus dan anggota. Tidak boleh ada kelompok-kelompok yang berjalan sendiri-sendiri,yang harus ada adalah kebersamaan,yang harus tumbuh adalah rasa saling menghargai, yang harus kita bangun adalah kepercayaan”, ucapnya berapi – api.
Mulyadi juga mengajak para anggota agar mengetahui bahwa PAPPRI Madina hadir bukan hanya sebagai sebuah nama atau organisasi yang memiliki kepengurusan.
Tapi PAPPRI Madina hadir sebagai wadah perjuangan, wadah silaturrahmi, wadah kreativitas, dan wadah pengembangan profesionalisme para pelaku musik dan seni.
Ia berharap agar semangat yang dibangun hari dapat dibawa pulang.Kita tanamkan dalam hati, dan kita wujudkan dalam tindakan nyata”,jelasnya.
Sehingga PAPPRI Madina bukan sekadar organisasi yang memiliki nama, tetapi organisasi yang memiliki karya, memiliki program, memiliki manfaat, dan memiliki kontribusi nyata.”Kita sudah mulai membuka ruang itu melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan talenta. Bahkan beberapa talenta muda telah kita dorong menuju tahapan rekaman. Ini harus menjadi awal, bukan akhir”, ujarnya seraya mengatakan
Ke depan, kita ingin lebih banyak lagi talenta Madina yang kita temukan, kita bina, kita berikan kesempatan, dan kita dorong untuk menghasilkan karya,ada pencipta lagu, pemusik, arranger, sound engineer, pelaku pertunjukan, pekerja kreatif, dan berbagai profesi yang saling berkaitan dalam dunia musik.
Karena itu, katanya kalau ingin memajukan musik Madina, kita harus membangun ekosistemnya secara bersama-sama.
Dan lebih jauh lagi, kita memiliki kekayaan seni dan budaya daerah yang luar biasa.
Musik, lagu-lagu Mandailing, Gordang Sambilan, seni tari, dan berbagai kekayaan budaya lainnya harus kita beri ruang agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Program PAPPRI Madina ke arah pengembangan seni dan budaya ini juga akan segera kita mulai dan kita jalankan secara bertahap.(FS)
